KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Senin, 29 Desember 2025, bergerak solid. Ada reli yang merata dengan kenaikan mencapai 9,87 persen ke level 8.612. Indeks sempat menguji 8.616 dan tidak menyentuh wilayah negates sepanjang sesi. Dominasi buyer masih kuat, namun belum agresif.
Dari sisi breadth, komposisi pasar relatif sehat dengan 468 saham menguat berbanding 241 saham melemah. Namun jumlah saham stagnan yang masih tinggi menunjukkan bahwa tidak semua pelaku pasar ikut serta dalam reli ini.
Aktivitas transaksi dengan nilai Rp13,3 triliun dan frekuensi 1,70 juta kali tergolong aktif untuk sesi pertama, tetapi belum mencapai level euforia. Ini mengindikasikan bahwa kenaikan IHSG lebih bersifat akumulatif dan selektif, bukan hasil spekulasi massal.
Penguatan indeks sangat ditopang oleh sektor-sektor berbasis siklus domestik. Sektor barang konsumen primer menjadi motor utama dengan lonjakan lebih dari 3 persen, ditopang saham-saham berbasis konsumsi dan otomotif.
Energi dan bahan baku juga mencatat kenaikan signifikan, selaras dengan sentimen global komoditas yang masih fluktuatif tetapi cenderung mendukung. Kenaikan sektor transportasi dan infrastruktur menegaskan bahwa pasar masih memberi premi pada pemulihan aktivitas ekonomi dan belanja logistik akhir tahun.
Sebaliknya, tekanan di sektor teknologi menjadi sinyal peringatan bahwa investor masih selektif terhadap saham-saham dengan valuasi tinggi dan volatilitas ekstrem, terlebih di tengah ketidakpastian arah suku bunga global.
Daftar top gainers dan losers LQ45 memperkuat narasi rotasi sektor. Saham berbasis komoditas dan energi mendominasi sisi penguatan, sementara saham defensif konsumsi dan beberapa emiten energi justru tertekan.
Pola ini menunjukkan bahwa reli siang ini bukan driven oleh risk-off atau risk-on ekstrem, melainkan oleh rebalancing portofolio menjelang akhir tahun dan penyesuaian ekspektasi 2026.
Korea Selatan dan Taiwan Menguat, Australia Melemah
Jika ditarik ke konteks Asia, pergerakan bursa regional relatif sejalan dengan IHSG, meski tanpa keseragaman penuh. Korea Selatan dan Taiwan mencatat penguatan signifikan, mencerminkan sentimen positif terhadap prospek teknologi dan manufaktur Asia Timur.
Jepang bergerak mixed, sementara China dan Hong Kong naik tipis, menandakan kehati-hatian investor terhadap pemulihan ekonomi Tiongkok yang belum solid. Australia justru melemah, sejalan dengan tekanan pada komoditas tertentu dan fluktuasi mata uang.
Sentimen global utama datang dari pasar logam mulia dan ekspektasi kebijakan moneter AS. Lonjakan tajam perak hingga menembus USD80 per ons sebelum terkoreksi mencerminkan volatilitas ekstrem dan aksi profit taking, bukan perubahan tren struktural.
Emas yang terkoreksi tipis tetap berada dalam konteks bullish jangka menengah, didorong pelemahan dolar AS, permintaan lindung nilai, dan ekspektasi suku bunga lebih rendah. Pernyataan pelaku pasar global menegaskan bahwa koreksi saat ini lebih dipandang sebagai jeda teknikal ketimbang pembalikan arah.
Dari sisi geopolitik, pernyataan Presiden AS mengenai potensi kesepakatan Ukraina memberikan sentimen positif jangka pendek, tetapi belum cukup kuat untuk mengubah risk premium global secara signifikan. Fokus investor kini bergeser ke risalah rapat The Fed dan data tenaga kerja AS.
Pasar akan sangat sensitif terhadap indikasi apakah Fed mulai membuka ruang pemangkasan lebih cepat atau tetap berhati-hati. Jika risalah dan data tenaga kerja menunjukkan pelemahan yang nyata, sentimen risk-on berpotensi berlanjut dan memberi ruang lanjutan bagi IHSG.
Namun jika sebaliknya, reli saat ini berisiko kehilangan momentum.
Dengan demikian, penguatan IHSG siang ini mencerminkan kombinasi sentimen domestik yang kondusif dan angin segar global, tetapi belum sepenuhnya bebas risiko. Reli terlihat sehat secara breadth dan sektor, namun masih rentan terhadap perubahan ekspektasi global dalam jangka sangat pendek.
Arah IHSG ke depan akan sangat bergantung pada apakah sentimen eksternal mampu mengonfirmasi optimisme pasar, atau justru memicu aksi ambil untung menjelang pergantian tahun.(*)