KABARBURSA.COM - PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait transaksi afiliasi berupa pemberian corporate guarantee dan gadai saham pada entitas anak, PT Mitra Gemilang Mahacipta (MGM), di tengah pergerakan saham yang melemah hingga menyentuh batas bawah pergerakan intraday.
Corporate Secretary INPP Ispandiati Makmur, dalam keterangannya Rabu, 25 Februari 2026, menyatakan bahwa transaksi tersebut berkaitan dengan fasilitas kredit MGM. Ia menegaskan bahwa secara historis MGM telah memenuhi seluruh covenant kreditur dan tidak terdapat pelanggaran material, baik finansial maupun non-finansial.
INPP menyebut posisi outstanding fasilitas kredit MGM per tanggal laporan tercatat Rp nihil. Fasilitas tersebut sebelumnya dijamin oleh aset MGM serta didukung arus kas operasional hotel yang bersifat recurring dan penjualan unit ruko yang bersifat non-recurring.
Dengan kondisi outstanding Rp nihil, manajemen menyampaikan probabilitas terealisasinya jaminan dari INPP berada pada tingkat sangat rendah.
Laporan Posisi Keuangan
Untuk menjawab permintaan BEI terkait dampak performa transaksi, INPP telah menyusun laporan posisi keuangan proforma per 30 September 2025.
Hasil penyusunan menunjukkan tidak terdapat perubahan material terhadap struktur permodalan maupun kemampuan memenuhi kewajiban keuangan, dengan rasio utama seperti debt to equity ratio (DER), debt service coverage ratio (DSCR), dan current ratio disebut tetap dalam kondisi sehat.
Dalam skenario sensitivitas, apabila seluruh kewajiban yang dijaminkan terealisasi penuh, INPP menyampaikan masih memiliki likuiditas memadai yang didukung kas internal, arus kas operasional berkelanjutan, serta akses pendanaan.
Selain INPP, dua pemegang saham MGM lainnya yakni PT Gama Narayana Sakti dengan kepemilikan 29 persen dan Suyanto Chandra sebesar 16 persen, juga memberikan jaminan sesuai porsi kepemilikan masing-masing.
Harga Saham Anjlok
Pada saat yang sama, berdasarkan data perdagangan, saham INPP ditutup di level 790 atau turun 15 poin setara 1,86 persen dari penutupan sebelumnya di 805. Sepanjang sesi, harga dibuka di 805 dan bergerak turun hingga menyentuh level terendah di 790, yang menjadi titik terendah intraday.
Batas auto rejection atas (ARA) berada di 1.005 dan batas auto rejection bawah (ARB) di 685, sehingga harga belum menyentuh batas ARB. Rata-rata harga tercatat di 791 dengan nilai transaksi sekitar 870,5 ribu.
Pergerakan harga menunjukkan tekanan jual sejak awal sesi hingga penutupan.(*)