KABARBURSA.COM – Pergerakan saham-saham top gainers pada perdagangan terakhir menunjukkan pola yang tidak sejalan dengan arus dana asing.
Meski harga menguat, mayoritas saham justru mencatat penjualan bersih oleh investor asing.
Sebagaimana data perdagangan Kamis, 2 April 2026, yang dihimpun Kabarbursa.com, dari 10 saham top gainers, sebagian besar mencatat net foreign sell.
Kondisi ini terlihat pada beberapa saham dengan kenaikan harga signifikan namun diiringi arus keluar dana asing.
Saham ALKA yang naik 24,83 persen ke level 905 mencatat net foreign sell sebesar Rp173,57 juta.
Pola serupa juga terlihat pada MSIN yang naik 24,63 persen dengan net foreign sell Rp3,50 miliar.
Saham BEER mencatat kenaikan 21,71 persen ke level 157 dengan net foreign sell Rp521,98 juta.
Sementara YPAS naik 20,35 persen dengan net foreign sell Rp28,32 juta.
Tekanan jual asing juga terlihat pada VERN yang naik 14,04 persen dengan net foreign sell Rp136,96 juta.
Selain itu, BNBA mencatat kenaikan 6,92 persen dengan net foreign sell Rp37,48 juta.
Di sisi lain, hanya sebagian saham yang mencatat net foreign buy. ASPR naik 14,78 persen dengan net foreign buy Rp78,03 juta.
Saham LUCY juga mencatat net foreign buy sebesar Rp156,35 juta dengan kenaikan harga 9,63 persen. Sementara itu, beberapa saham lain tidak mencatat aktivitas asing yang signifikan.
Dari sisi nilai transaksi, saham ASPR mencatat nilai terbesar mencapai Rp63,91 miliar dengan volume 2,54 juta saham.
Sementara MSIN mencatat nilai transaksi Rp41,05 miliar dengan frekuensi 8.090 kali.
BEER mencatat nilai transaksi Rp11,48 miliar dengan volume 753,61 ribu saham. ALKA mencatat nilai Rp6,02 miliar dengan frekuensi 3.960 kali transaksi.
Data tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga saham tidak selalu sejalan dengan arus dana asing.
Aktivitas perdagangan tetap didominasi oleh dinamika transaksi di pasar reguler.(*)