Logo
>

Isuzu Traga Black Premium Dirilis Terbatas, Intip Harganya

Isuzu Traga dapat warna baru Black Premium, tampilan jadi lebih sangar. Berikut spek, daya angkut dan harganya.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Isuzu Traga Black Premium Dirilis Terbatas, Intip Harganya
Isuzu rilis warna baru untuk Isuzu Traga dalam jumlah terbatas. Berikut spek dan harganya. Foto: dok. IAMI.

KABARBURSA.COM - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menghadirkan penyegaran pada salah satu produk kendaraan niaganya yakni Traga.

Isuzu Traga yang menyasar segmen Medium Pick Up, mendapat warna baru Black Premium yang tampak segar dan gagah. 

Hadirnya warna baru Isuzu Traga tersebut menambah opsi kelir yang sudah ada sebelumnya yakni putih. IAMI mengklaim, cat Black Premium diracik dengan bahan khusus untuk memberikan tampilan lebih mewah dan tidak mudah luntur serta terkelupas.

Rian Erlangga selaku Business Strategy Division Head PT IAMI mengatakan, Isuzu Traga Black Premium menjadi upaya perusahaan dalam menghasilkan produk kendaraan niaga yang sesuai keinginan konsumen di Tanah Air.

"Kami terus berupaya menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan
 keinginan konsumen agar usaha yang dijalankan oleh para pelanggan bisa terus
 beroperasi secara optimal," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip, Kamis 15 Mei 2025.

Peluncuran Isuzu Traga Black Premium diharap mampu mendukung kegiatan bisnis para pelaku usaha yang menginginkan tampilan kendaraan komersial lebih bergaya.

"Harapannya Isuzu Traga Black Premium menjadi pilihan bagi para pebisnis di Indonesia dengan tampilan yang premium, performa mesin euro 4 yang sudah teruji, dan kargo terluas di kelasnya," sebut Rian.

Lebih lanjut, rival Mitsubishi L300 tersebut memiliki bak seluas 4,6 meter persegi atau dapat menampung 60 galon air dalam sekali angkut. Selain itu ia dapat membawa muatan dengan bobot maksimal 1,5 ton dan memiliki radius putar 4,5 meter yang diklaim cocok untuk wilayah operasional di dalam kota. 

Soal spesifikasi, Isuzu Traga menggendong mesin diesel common rail 4JA1-CR 2.500 cc empat silinder berteknologi VGT Turbo Intercooler, Exhaust Gas Recirculation (EGR), dan Diesel Oxydation Catalyst (DOC). 

Dapur pacu Isuzu Traga yang terdiri dari varian Pick Up FD dan Box ini juga dibekali timing gear yang lebih baik.

Terkait performa, mesin Isuzu Traga diklaim pabrikan asal Jepang tersebut mampu menghasilkan tenaga 78,9 HP di 3.500 rpm dan torsi maksimum sebesar 191,2 Nm di putaran 1.800 sampai 2.400 rpm. Mesinnya dapat dipacu sampai kecepatan 114 km per jam dengan transmisi manual 5-percepatan.

Selain itu, unitnya juga memilliki fan blower untuk sirkulasi udara di dalam kabin, konektivitas audio Bluetooth, sudah power steering, retractable seatbelt, hingga alat pemadam api ringan (APAR). 

Isuzu Traga Black Premium hadir dalam jumlah terbatas dan sudah bisa dipesan di jaringan dealer Isuzu di seluruh Indonesia. Sayangnya IAMI belum menginformasikan harganya.

Namun harga Isuzu Traga Pick UP FD ditawarkan Rp283 juta on the road (OTR) Jakarta. Untuk varian Box dengan bahan semi alumunium dibanderol Rp324 juta sampai Rp330 juta OTR Jakarta untuk jenis  box full alumunium.

Elf dan Traga Jadi Model Terlaris Isuzu

IAMI selaku agen pemegang merek Isuzu di Indonesia meraih hasil positif dalam penjualan profuk kendaraannya pada tahun lalu. 

Sepanjang 2024, penjualan Isuzu secara ritel (dari dealer ke konsumen) mampu mencapai 27.984 unit.

Dengan perolehan tersebut, Isuzu memiliki pangsa pasar kendaraan komersial nasional sebesar 30,5 persen pada 2024.

Isuzu Traga, Elf dan Giga dalam lini kendaraan komersial PT IAMI. Siapa yang terlaris? Foto: dok. IAMI.

Adapun beberapa produk yang memiliki kontribusi dalam penjualan Isuzu yakni Isuzu ELF yang laku lebih dari 12.610 unit atau setara dengan 26,6 persen di segmennya, kemudian Isuzu Traga yang dapat terjual sebanyak 10.954 unit atau memiliki pangsa pasar 47,7 persen di segmen pikap medium, serta Isuzu Giga dengan penjualan sebanyak 4.420 unit dengan market share 20,5 persen di segmen heavy duty truck.

Untuk segmen Light Commercial Vehicle (LCV), Isuzu masih mengandalkan MU-X 4x4 dan D-Max untuk kebutuhan konsumen di berbagai sektor usahan seperti pertambangan, perkebunan, minyak dan gas, perusahaan rental, sampai kendaraan operasional pemerintahan.

Sistem Sewa Ancam Pertumbuhan Penjualan Kendaraan Niaga

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi penjualan kendaraan komersial di Indonesia pada tahun 2025 masih akan terpuruk seperti tahun-tahun sebelumnya.

Penurunan penjualan kendaraan komersial atau niaga dapat dibuktikan dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Distribusi kendaraan komersial secara wholesales (dari pabrikan ke dealer) tercatat sebanyak 13.686 unit.

Angka ini mencakup penjualan bus (418 unit), truk (4.650 unit), pikap (7.636 unit), dan kendaraan double cabin (982 unit). Jumlah tersebut mengalami kenaikan tipis sebesar 0,14 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencapai 13.666 unit.

Pada Januari 2024, distribusi bus tercatat sebanyak 376 unit, truk 4.839 unit, pikap 8.125 unit, dan double cabin 326 unit. Berdasarkan data tersebut, penurunan penjualan komersial hanya terjadi pada segmen pikap dan double cabin, sementara segmen bus dan truk mengalami peningkatan.

Sementara itu, distribusi kendaraan secara retail (dari dealer ke konsumen) pada Januari 2025 mencapai 13.753 unit, terdiri dari bus (447 unit), truk (4.658 unit), pikap (7.774 unit), dan double cabin (874 unit).

Penjualan retail kendaraan komersial ini mengalami penurunan sebesar 15,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 16.343 unit. Pada Januari 2024, distribusi retail terdiri dari bus (586 unit), truk (5.491 unit), pikap (9.224 unit), dan double cabin (1.042 unit).

Ibrahim menilai, selain karena pelemahan ekonomi, penurunan penjualan kendaraan komersial juga terjadi karena sistem yang digunakan di sektor konstruksi dan pertambangan, terutama yang melibatkan kendaraan komersial.

“Jadi gini, selama ini orang tambang itu kan ada sistem penyewa. Jadi adanya truk itu dari satu perusahaan luar penyewaan. Di tambang itu mereka (perusahaan pertambangan dan konstruksi) tidak pernah membeli (truk),” kata Ibrahim kepada kabarbursa.com, Senin, 24 Maret 2025.

Ibrahim menuturkan, membeli kendaraan komersial di pekerjaan yang wilayah operasinya ekstrem dapat meningkatkan risiko kerugian kerusakan kendaraan. Untuk mengurangi risiko tersebut, perusahaan di sektor konstruksi dan pertambangan lebih memilih melibatkan pihak ketiga untuk menangani transportasi atau pengiriman material dari lokasi tambang ke penyimpanan barang.

“Truk-truk itu di tambang risikonya luar biasa. Yang saya tahu, saya pernah survei untuk batu bara dan sawit, hampir semua perusahaan-perusahaan tambang di sana, tidak semuanya, tapi hampir 90 persen itu menyewa,” jelasnya.

Segala kerusakan kendaraan selama di wilayah tambang atau perkebunan akan ditanggung oleh pihak ketiga atau perusahaan yang menyewakan kendaraan. Perusahaan tambang menganggap sewa lebih murah ketimbang berinvestasi kendaraan yang membutuhkan biaya pemeliharaan atau maintenance.

“Saat rusak, perusahaan (sewa) yang membetulkan. Kalau sewanya terlalu mahal pun juga akan bermasalah bagi pihak yang menyewa,” ujarnya.

Model bisnis yang menggunakan sistem sewa, kata Ibrahim, juga terjadi di sektor konstruksi. Ia mengungkapkan bahwa selama ini hampir semua perusahaan konstruksi menggunakan jasa pihak ketiga atau persewaan kendaraan komersial untuk pengangkutan material proyek.

“Sama juga seperti pembangunan perumahan di PIK. Apakah PIK 2 itu terus membeli alat-alat truk? Itu enggak, kan? Itu adalah pihak ketiga,” sebut Ibrahim.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Vestibulum sagittis feugiat mauris, in fringilla diam eleifend nec. Vivamus luctus erat elit, at facilisis purus dictum nec. Nulla non nulla eget erat iaculis pretium. Curabitur nec rutrum felis, eget auctor erat. In pulvinar tortor finibus magna consequat, id ornare arcu tincidunt. Proin interdum augue vitae nibh ornare, molestie dignissim est sagittis. Donec ullamcorper ipsum et congue luctus. Etiam malesuada eleifend ullamcorper. Sed ac nulla magna. Sed leo nisl, fermentum id augue non, accumsan rhoncus arcu. Sed scelerisque odio ut lacus sodales varius sit amet sit amet nibh. Nunc iaculis mattis fringilla. Donec in efficitur mauris, a congue felis.