KABARBURSA.COM - PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE), berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham sebagai langkah strategis untuk memperkuat nilai bagi para pemegang saham.
JTPE merencanakan buyback saham dengan total sebanyak-banyaknya Rp140 miliar atau jumlah nilai maksimum 342,6 juta saham, setara 5 persen dari total pemegang saham Perseroan.
Perseroan akan membeli kembali saham pada harga yang dianggap optimal sesuai ketentuan yang berlaku. JTPE menetapkan
batas harga maksimum buyback sebesar Rp600 per saham.
Jumlah tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan strategis Perseroan seperti langkah inovasi dan ekspansi.
Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei mengatakan aksi korporasi buyback saham ini merupakan langkah untuk menjaga kepercayaan para investor JTPE.
"Sekaligus bentuk optimisme manajemen terhadap prospek bisnis Perseroan yang masih kuat, sementara harga saham saat ini masih belum mencerminkan nilai atau fundamental Perseroan,” ujar dia dalam keterangan yang diterima Kabarbursa.com, Kamis, 18 Desember 2025.
Adapun, periode buyback akan berlangsung selama tiga bulan terhitung sejak 9 Desember 2025. Periode pembelian saham telah dimulai pada 15 Desember 2025, dan secara bertahap akan terus dijalankan hingga 6 Maret 2026.
Disampaikan manajemen, JTPE membuka kemungkinan mengakhiri lebih awal periode tersebut, dengan mengacu pada ketentuan perundangundangan yang berlaku.
Pada kuartal III 2025, JTPE berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp167,92 miliar, atau tumbuh 29 persen secara year on year (yoy).
Penjualan perusahaan turut menguat senilai Rp1,26 triliun atau naik 12 persen dibandingkan periode sama sebelumnya. Mayoritas penjualan JTPE ditopang oleh segmen sekuriti yang berkontribusi hingga 90 persen terhadap total penjualan.
Produk sekuriti seperti KTP, paspor, serta kartu pembayaran menjadi penggerak utama dan mendominasi penjualan, baik di pasar domestik maupun ekspor.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.