Logo
>

Komisaris Lepas Saham ARCI di 2.030, Harga Uji Area 2.000

Aksi penjualan komisaris menekan harga ARCI ke bawah 2.000, sementara pasar mulai menguji area penopang untuk melihat apakah suplai tambahan telah terserap.

Ditulis oleh Yunila Wati
Komisaris Lepas Saham ARCI di 2.030, Harga Uji Area 2.000
Aksi komisaris semakin menekan harga ARCI. Foto: Dok Archi Indonesia.

KABARBURSA.COM – Perdagangan saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) pada Selasa, 27 Januari 2026, bergerak dalam tekanan setelah muncul keterbukaan informasi penjualan saham oleh komisaris. Aksi tersebut langsung menjadi referensi penting bagi pasar dalam membaca suplai dan keseimbangan harga jangka pendek.

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis, Dewan Komisaris Rizki Indrakusuma, tercatat melakukan penjualan 13.190.800 saham ARCI pada 26 Januari 2026 di harga Rp2.030 per saham. Transaksi dilakukan tanpa repurchase agreement dan disebutkan bertujuan untuk diversifikasi portofolio investasi.

Setelah transaksi, kepemilikan saham turun dari 25,20 juta saham atau 0,0998 persen menjadi 12,01 juta saham atau 0,0475 persen.

Secara struktur, penjualan ini tidak mengubah pengendalian perusahaan, namun jumlah saham yang dilepas cukup besar untuk menjadi sumber suplai nyata di pasar reguler, terutama karena harga transaksi berada dekat area psikologis 2.000–2.050.

Saham ARCI Anjlok 2,22 Persen

Respons pasar langsung terlihat pada pergerakan harga. Saham ARCI ditutup melemah di level 1.985, turun 45 poin atau 2,22 persen. Penutupan ini penting karena terjadi di bawah harga transaksi komisaris (Rp2.030) sekaligus di bawah area pivot teknikal di kisaran 2.030–2.033. 

Dengan kata lain, pasar belum sepenuhnya menyerap suplai tambahan yang muncul dari aksi penjualan tersebut.

Dari sisi likuiditas, volume perdagangan mencapai 124,54 juta saham, masih berada di bawah rata-rata harian 178,63 juta saham. Koreksi harga tanpa lonjakan volume ekstrem menunjukkan bahwa tekanan lebih bersifat penyesuaian harga akibat suplai, bukan distribusi panik secara luas.

Secara teknikal, gambaran ARCI menjadi berlapis. Di satu sisi, indikator tren menengah masih relatif terjaga. Seluruh moving average utama dari MA5 hingga MA200 masih berada pada status beli, menandakan bahwa struktur tren besar belum patah. 

RSI berada di kisaran 64, mencerminkan momentum yang masih positif namun mulai mendekati area jenuh beli ringan. ADX di atas 25 menandakan tren yang masih aktif, sementara ATR yang tinggi mengonfirmasi volatilitas yang melebar.

Namun di sisi lain, penutupan di bawah pivot mengindikasikan bahwa pasar sedang memasuki fase konsolidasi pasca-suplai, bukan fase akselerasi. Dalam konteks ini, area harga menjadi krusial untuk membaca arah berikutnya.

Teknikal ARCI, Uji Area ini

Berdasarkan peta teknikal dan pergerakan hari ini, area 1.960–1.990 menjadi zona yang sedang diuji sebagai penopang jangka pendek. Area ini beririsan dengan support Fibonacci dan menjadi titik di mana tekanan jual hari ini mulai melambat. 

Selama harga bertahan dan stabil di rentang ini dengan volume yang mengecil, pasar dapat dibaca sedang melakukan proses penyerapan.

Sebaliknya, area 2.030–2.060 kini berubah fungsi menjadi zona tekanan dari sisi atas. Level ini tidak hanya bertepatan dengan pivot teknikal, tetapi juga dengan harga transaksi penjualan komisaris, sehingga wajar jika pasar memperlakukannya sebagai area yang memerlukan daya serap lebih besar untuk ditembus.

Dengan struktur tersebut, perdagangan ARCI pada sesi berikutnya lebih tepat dibaca sebagai uji keseimbangan lanjutan. Jika tekanan suplai mereda dan harga mampu bertahan di atas area penopang tanpa lonjakan volume jual, pasar akan memantau kembali respons di area atas. 

Sebaliknya, kegagalan bertahan di zona penopang akan membuka ruang pengujian ulang ke level support berikutnya.

Secara keseluruhan, aksi penjualan komisaris telah menahan momentum jangka pendek, tetapi belum merusak tren menengah. Harga saat ini mencerminkan fase evaluasi pasca-keterbukaan informasi, di mana pelaku pasar sedang menakar apakah suplai tambahan telah sepenuhnya terserap sebelum menentukan arah berikutnya.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79