KABARBURSA.COM - Komisaris PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), Andrew Phillip Starkey menambah kepemilikan Perseroan dengan tujuan investasi.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Andrew melakukan pembelian tidak langsung sebanyak 300 ribu saham dengan harga Rp3.113 pada 12 Februari 2026.
Pasca transaksi, jumlah saham yang dimiliki Andrew meningkat dari 3.431.700 menjadi 3.731.700. Hak suara yang dimiliki ia pun bertambah menjadi 0,015 persen dari 0,014 persen. Disebutkan jika Andrew bukan merupakan pemegang pengendali saham MDKA.
Adapun pada perdagangan hari ini, Jumat, 13 Februari 2026, MDKA ditutup menguat sebesar 0,94 persen atau naik 30 poin ke level Rp3.220.
Dalam sepekan, kenaikan tercatat 12,98 persen, sementara dalam satu bulan saham ini telah terapresiasi 11,42 persen.
Momentum reli semakin terlihat dalam periode menengah. Dalam tiga bulan terakhir, saham MDKA melesat 33,06 persen, sedangkan dalam enam bulan dan secara year-to-date (YTD) masing-masing menguat 41,23 persen.
Secara tahunan, performa saham emiten tambang emas dan tembaga ini melonjak 113,95 persen. Namun, jika ditarik dalam periode tiga tahun, kinerjanya masih mencatat koreksi 31,34 persen. Untuk periode lima tahun, saham ini naik 27,93 persen, dan dalam 10 tahun terakhir meroket hingga 807,04 persen.
Dari sisi rentang harga, dalam satu hari saham bergerak di kisaran Rp3.110 hingga Rp3.250. Dalam sepekan berada di rentang Rp2.900–Rp3.280. Sementara dalam satu bulan, harga terpantau bergerak antara Rp2.620 hingga Rp3.580.
Adapun dalam tiga dan enam bulan terakhir, rentang harga tercatat di level Rp2.080–Rp3.580 serta Rp2.010–Rp3.580. Secara YTD, kisaran harga berada di Rp2.260 hingga Rp3.580.
Dalam perspektif jangka panjang, harga terendah tiga tahun tercatat di Rp1.040 dengan level tertinggi Rp4.830. Untuk lima hingga 10 tahun, saham ini sempat menyentuh level tertinggi Rp5.800 dari titik terendah Rp304 pada periode 10 tahun. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.