KABARBURSA.COM - Konglomerat Sugiman Halim berhasil membawa PT Newport Marines Tbk atau BOAT dan PT Global Digital Sukses Tbk (DOSS) ke top gainers. Diketahui, Sugiman Halim baru saja menambah kepemilikan atas kedua saham itu.
BOAT dan DOSS menjadi sorotan investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah mencatatkan lonjakan harga saham signifikan selama pekan ini. BOAT naik 132 persen ke Rp320 per saham, sementara DOSS melesat 76 persen ke Rp328 per saham.
Kenaikan tersebut ternyata tidak terlepas dari campur tangan Sugiman Halim, salah satu investor individu terkemuka di BEI. Dia masuk ke kedua emiten ini dengan nilai transaksi besar.
Sugiman diketahui memborong 213 juta saham BOAT di pasar negosiasi senilai Rp29,1 miliar, terdiri dari 58,9 juta saham pada harga Rp140 dan 154,5 juta saham di harga Rp135. Dengan pembelian ini, Sugiman kini menguasai 10,51 persen saham BOAT.
Namun, ia menegaskan bahwa langkah ini murni investasi dan bukan untuk menjadi pengendali.
BOAT, yang baru melantai di bursa pada 12 November 2024, bergerak di sektor jasa perkapalan untuk industri minyak dan gas bumi.
Meski pendapatannya mencapai USD3,1 juta hingga kuartal I tahun buku 2024, perusahaan hanya mencatat laba tipis sebesar USD1.684.
Di sisi lain, Sugiman juga membeli 9,85 persen saham DOSS, emiten yang fokus pada ritel peralatan fotografi dan videografi.
Perusahaan ini telah menunjukkan performa positif, dengan pendapatan Rp444 miliar dan laba bersih Rp18 miliar hingga kuartal III-2024.
Founder & CEO DOSS Tahir Mahulatan, menyambut baik langkah Sugiman. Ia menyatakan bahwa kepercayaan investor besar seperti Sugiman mencerminkan optimisme terhadap prospek DOSS.
Tahir menambahkan bahwa perusahaan berkomitmen untuk memperkuat ekosistem kreatif dan mencapai pertumbuhan signifikan di masa depan.
Selain investasi di BOAT dan DOSS, Sugiman juga memiliki saham di PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan porsi kepemilikan 7,35 persen.
Rekam jejaknya di pasar modal dipadukan dengan pengalaman di bidang telekomunikasi, di mana ia pernah menjabat sebagai Komisaris PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) pada 2017-2021.
Analisis dan Prospek BOAT-DOSS
Kenaikan saham BOAT dan DOSS didorong oleh minat investor, termasuk nama besar seperti Sugiman Halim. BOAT menawarkan peluang di sektor niche seperti perkapalan minyak dan gas, meski profitabilitasnya masih perlu ditingkatkan.
DOSS, di sisi lain, memiliki fundamental lebih solid dengan pertumbuhan pendapatan yang signifikan, seiring dengan perkembangan industri kreatif.
Investor disarankan untuk mencermati perkembangan kinerja kedua emiten, terutama rencana ekspansi DOSS dan kemampuan BOAT untuk meningkatkan margin laba. Dengan pertumbuhan harga saham yang signifikan, risiko volatilitas tetap menjadi faktor penting dalam keputusan investasi.
Pergerakan Saham Harian
Di akhir pekan kemarin, Jumat, 22 November 2024, saham BOA) menunjukkan kinerja yang luar biasa pada perdagangan tanggal 23 November 2024, dengan harga saham mencapai Rp320, mengalami lonjakan sebesar 25 persen dibandingkan dengan harga pembukaan yang tercatat di Rp256.
Saham ini mencatatkan harga tertinggi pada level Rp320, yang bertepatan dengan harga Automatic Rejection atas (ARA), menandakan permintaan yang sangat tinggi di pasar.
Volume transaksi untuk saham BOAT tercatat cukup besar, dengan total nilai transaksi mencapai Rp54,6 miliar, yang mencerminkan tingginya minat investor. Dalam hal frekuensi transaksi, saham BOAT diperdagangkan sebanyak 10.889 kali, menunjukkan likuiditas yang baik di pasar.
Pergerakan harga yang fluktuatif juga tercermin dari perbedaan antara harga terendah yang tercatat di Rp264, dan harga rata-rata yang tercatat di Rp311. Ini menunjukkan adanya volatilitas yang cukup tinggi, tetapi dengan tren yang mengarah ke kenaikan.
Selain itu, meskipun terdapat penjualan sebesar Rp671,4 juta, pembelian saham oleh pihak asing (Foreign Buy) tercatat sebesar Rp1,7 miliar, yang menambah keyakinan akan potensi jangka panjang saham ini.
Pergerakan harga yang signifikan dan tingginya transaksi ini bisa menjadi indikasi bahwa investor memperhitungkan potensi pertumbuhan yang lebih besar untuk BOAT, terutama setelah perusahaan melakukan IPO pada bulan November 2024.
Saham ini bisa menarik perhatian lebih banyak investor dalam waktu dekat, seiring dengan ekspektasi positif terhadap kinerja perusahaan yang bergerak di sektor perkapalan industri minyak dan gas.
Namun, penting bagi para investor untuk tetap memperhatikan faktor volatilitas yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham BOAT ke depannya, mengingat pergerakan harga yang sangat cepat dan volume transaksi yang besar.
Sebagai langkah investasi yang bijak, pemantauan terhadap perkembangan kinerja keuangan dan strategi perusahaan perlu dilakukan secara berkala.
Serupa dengan DOSS, mengalami kenaikan signifikan pada 23 November 2024, dengan harga saham ditutup pada level Rp328, mencatatkan keuntungan sebesar 9,33 persen dari harga pembukaan yang tercatat di Rp300.
Kenaikan ini memperlihatkan adanya minat yang kuat dari investor terhadap saham DOSS, yang bergerak di sektor ritel peralatan fotografi dan videografi.
Selama perdagangan, saham DOSS sempat mencapai harga tertinggi Rp360, yang mendekati batas atas harga yang diizinkan oleh pasar (ARA), menunjukkan adanya tekanan beli yang signifikan. Namun, harga terendah yang tercatat adalah Rp294, yang menunjukkan fluktuasi harga yang cukup besar di hari itu.
Dengan harga rata-rata perdagangan yang berada di Rp339, terdapat pergerakan yang cukup agresif dan volatile sepanjang hari.
Volume transaksi saham DOSS tercatat sangat besar, dengan total nilai transaksi mencapai Rp102,8 miliar. Frekuensi transaksi mencapai 28.096 kali, yang menunjukkan tingginya aktivitas perdagangan di saham ini.
Dari sisi aliran dana, tercatat pembelian saham asing (Foreign Buy) sebesar Rp3,1 miliar, sedikit lebih tinggi dari penjualan asing (Foreign Sell) yang tercatat Rp2,9 miliar. Angka ini menggambarkan adanya kepercayaan investor asing terhadap potensi pertumbuhan saham ini di masa depan.
Peningkatan yang signifikan pada harga saham DOSS bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk keyakinan pasar terhadap kinerja perusahaan yang telah IPO pada Agustus 2024 dan rekam jejak perusahaan yang mengarah pada pertumbuhan yang stabil.
DOSS juga baru saja membukukan pendapatan sebesar Rp444 miliar dengan laba bersih Rp18 miliar hingga kuartal III 2024, yang semakin memperkuat ekspektasi pasar terhadap kinerja masa depan perusahaan.
Meskipun harga saham DOSS naik cukup tajam, investor harus tetap waspada terhadap volatilitas yang terjadi. Fluktuasi harga yang cukup besar menunjukkan adanya ketidakpastian pasar, dan penting untuk terus memantau perkembangan terbaru dari kinerja keuangan perusahaan serta faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pasar.
Sebagai rekomendasi, pemantauan jangka panjang terhadap saham ini akan sangat penting untuk memastikan bahwa potensi pertumbuhannya sesuai dengan harapan pasar.(*)
Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak, membeli, atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analisis atau sekuritas yang bersangkutan, dan Kabarbursa.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian investasi yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.