Logo
>

Kospi Cetak Rekor Baru saat Bursa Asia Bergerak Mixed

Saham Korea Selatan memimpin penguatan Asia ketika investor masih menanti kepastian negosiasi Amerika Serikat dan Iran.

Ditulis oleh Syahrianto
Kospi Cetak Rekor Baru saat Bursa Asia Bergerak Mixed
Ilustrasi: Layar menampilkan salah satu indeks saham di Wall Street, NASDAQ. (Foto: Wikimedia Commons)

KABARBURSA.COM – Bursa saham Asia-Pasifik bergerak campuran pada perdagangan Senin ketika investor masih mencermati ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Di tengah kondisi tersebut, indeks saham Korea Selatan justru mencetak rekor tertinggi baru.

Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 2,01 persen ke level 8.646,45. Sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq terkoreksi 1,58 persen.

Penguatan Kospi turut ditopang lonjakan saham Samsung Electronics yang naik lebih dari 3 persen hingga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,69 persen ke level 66.784,90. Namun indeks Topix justru melemah sekitar 0,3 persen.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,24 persen ke level 8.710,70. Di Hong Kong, futures Hang Seng berada di level 25.098, lebih rendah dibanding posisi penutupan sebelumnya di 25.182,39.

Indeks Shanghai China dan Nifty 50 India bergerak relatif stagnan pada perdagangan awal pekan.

Pergerakan bursa Asia terjadi ketika pasar masih memantau perkembangan negosiasi antara AS dan Iran yang belum mencapai kesepakatan final.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kedua negara masih belum menyelesaikan kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang kini memasuki bulan keempat.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Sabtu waktu setempat, Trump mengatakan dirinya tetap menginginkan kesepakatan yang memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir.

Meski menginginkan penyelesaian cepat, Trump menegaskan dirinya tidak ingin terburu-buru dalam proses negosiasi. Ia juga memperingatkan operasi militer dapat kembali dilakukan apabila pembicaraan gagal.

“Saya ingin mengatakan bahwa saya terburu-buru karena harga bensin akan turun tajam, tetapi jika Anda terburu-buru, Anda tidak akan mendapatkan kesepakatan yang baik,” ujar Trump.

“Perlahan tapi pasti kami mendapatkan apa yang kami inginkan, dan jika kami tidak mendapatkannya maka kami akan mengakhirinya dengan cara berbeda,” lanjutnya.

Di sisi lain, saham SoftBank Group di Jepang melonjak sekitar 5 persen setelah perusahaan mengumumkan rencana investasi sebesar 45 miliar euro atau sekitar USD53 miliar dalam lima tahun ke depan untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Prancis.

Pasar Asia juga masih mendapat sentimen positif dari Wall Street yang menutup perdagangan akhir pekan lalu di rekor tertinggi baru.

Nasdaq Composite naik 0,2 persen ke level 26.972,62. S&P 500 menguat 0,22 persen menjadi 7.580,06.

Sementara Dow Jones Industrial Average naik 363,49 poin atau 0,72 persen ke level 51.032,46. Ketiga indeks utama AS juga sempat mencetak rekor intraday baru pada perdagangan Jumat lalu.

Penguatan Wall Street sebelumnya ditopang reli saham teknologi dan pelemahan harga minyak mentah yang membantu indeks utama mencatat kenaikan bulanan sepanjang Mei.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.