Logo
>

Nikkei Naik, Kosdaq Terkoreksi, Bursa Asia Bergerak Variatif

Pasar Asia bergerak variatif setelah Donald Trump menegaskan negosiasi AS-Iran masih belum mencapai kesepakatan final.

Ditulis oleh Syahrianto
Nikkei Naik, Kosdaq Terkoreksi, Bursa Asia Bergerak Variatif
Ilustrasi: Layar yang menampilkan beberapa indeks saham dunia. (Foto: Open Grid Scheduler/Grid Engine)

KABARBURSA.COM – Bursa saham Asia-Pasifik bergerak campuran pada perdagangan Senin, 1 Juni 2026, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal belum terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik yang kini memasuki bulan keempat.

Pasar masih mencermati ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran setelah kedua negara belum juga merampungkan kesepakatan gencatan konflik.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Sabtu, 30 Mei 2026 waktu setempat, Trump mengatakan dirinya tetap mendorong tercapainya kesepakatan yang memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir.

Meski ingin konflik segera selesai, Trump menegaskan dirinya tidak ingin terburu-buru dalam proses negosiasi. Ia juga memperingatkan operasi militer dapat kembali terjadi apabila pembicaraan gagal mencapai hasil.

“Saya ingin mengatakan bahwa saya terburu-buru karena harga bensin akan turun tajam, tetapi jika Anda terburu-buru, Anda tidak akan mendapatkan kesepakatan yang baik,” ujar Trump.

“Perlahan tapi pasti kami mendapatkan apa yang kami inginkan, dan jika kami tidak mendapatkannya maka kami akan mengakhirinya dengan cara berbeda,” lanjutnya.

Di tengah pernyataan tersebut, pergerakan pasar Asia cenderung bervariasi. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,70 persen ke level 66.794,44, merujuk data CNBC.

Namun indeks Topix justru melemah sekitar 0,30 persen. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,37 persen ke level 8.699,30.

Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,20 persen ke level 8.493,28. Sebaliknya, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun sekitar 1,58 persen.

Di Hong Kong, futures Hang Seng berada di level 25.098, lebih rendah dibanding posisi penutupan sebelumnya di 25.182,39.

Sementara indeks Shanghai China bergerak relatif stagnan di level 4.068,569. Indeks Nifty 50 India juga diperdagangkan cenderung datar.

Perdagangan di Asia berlangsung setelah Wall Street menutup pekan lalu di level rekor tertinggi baru. Penguatan saham teknologi membantu indeks utama Amerika Serikat mencatat kenaikan bulanan sepanjang Mei.

Nasdaq Composite naik 0,2 persen ke level 26.972,62. Sementara S&P 500 menguat 0,22 persen menjadi 7.580,06.

Dow Jones Industrial Average naik 363,49 poin atau 0,72 persen ke level 51.032,46. Ketiga indeks utama AS juga sempat mencetak rekor intraday baru pada perdagangan Jumat lalu.

Kenaikan Wall Street sebelumnya juga terjadi ketika harga minyak mulai melemah setelah pasar berharap tercapainya perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran.

Namun pernyataan terbaru Trump yang menegaskan negosiasi belum mendekati penyelesaian membuat pelaku pasar kembali mencermati risiko geopolitik di Timur Tengah.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.