Logo
>

Laba AALI Melonjak 29 Persen, EPS Tembus Rp764

Kinerja 2025 menunjukkan lonjakan laba bersih dan penguatan struktur keuangan di tengah dinamika industri sawit.

Ditulis oleh Syahrianto
Laba AALI Melonjak 29 Persen, EPS Tembus Rp764
Kenaikan tersebut turut mendorong laba per saham atau earnings per share (EPS) meningkat menjadi Rp764,65. (Foto: Dok. Astra Agro Lestari)

KABARBURSA.COM – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp1,54 triliun sepanjang 2025, naik sekitar 29,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp1,19 triliun. 

Kenaikan tersebut turut mendorong laba per saham atau earnings per share (EPS) meningkat menjadi Rp764,65 dari sebelumnya Rp596,22 per saham.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025, laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar Rp2,23 triliun, naik dari Rp1,71 triliun pada 2024. 

Sementara itu, beban pajak penghasilan tercatat Rp689,10 miliar, lebih tinggi dibandingkan Rp520,35 miliar pada tahun sebelumnya.

Total laba komprehensif tahun berjalan mencapai Rp1,57 triliun, meningkat dari Rp1,14 triliun pada 2024. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp1,47 triliun, sedangkan kepentingan non-pengendali sebesar Rp65,92 miliar.

Dari sisi neraca, total aset AALI pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp27,05 triliun, turun dibandingkan Rp28,79 triliun pada akhir 2024. Total liabilitas juga mengalami penurunan menjadi Rp2,89 triliun dari Rp5,59 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kas dan setara kas pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp2,76 triliun, dibandingkan Rp3,24 triliun pada akhir 2024. Dengan posisi tersebut, perseroan mencatatkan kas bersih atau net cash, seiring tidak adanya posisi pinjaman bersih yang signifikan pada akhir periode pelaporan.

Rasio gearing konsolidasian per 31 Desember 2025 tercatat di bawah 1 persen, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya yang juga berada di bawah 1 persen. Perhitungan rasio tersebut didasarkan pada perbandingan pinjaman bersih terhadap kekayaan berwujud bersih.

Dari sisi arus kas, aktivitas operasi menghasilkan arus kas yang menopang kebutuhan investasi dan pendanaan. Namun pada aktivitas pendanaan, arus kas bersih tercatat negatif Rp3,96 triliun, terutama akibat pembayaran pinjaman bank sebesar Rp3,19 triliun dan pembayaran dividen kas sebesar Rp590,88 miliar.

Selain itu, perseroan juga membayarkan dividen kas kepada pemegang saham non-pengendali sebesar Rp25,42 miliar dan biaya pendanaan sebesar Rp156,86 miliar. Sepanjang 2025, tidak terdapat penerimaan pinjaman bank baru, berbeda dengan 2024 yang mencatat penerimaan pinjaman sebesar Rp1,5 triliun.

Dari sisi operasional, nilai persediaan tercatat sebesar Rp3,25 triliun pada akhir 2025, turun dari Rp3,70 triliun pada akhir 2024. Persediaan tersebut terdiri dari minyak sawit mentah dan turunannya sebesar Rp1,97 triliun, inti sawit dan turunannya Rp483,03 miliar, serta berbagai bahan penunjang seperti pupuk, suku cadang, bahan bakar, dan bahan tanaman.

Manajemen menyatakan tidak terdapat persediaan yang mengalami penurunan nilai berdasarkan penelaahan atas kondisi dan nilai persediaan pada akhir periode. Nilai barang dalam proses juga tercatat turun menjadi Rp34,24 miliar dari Rp65,74 miliar pada 2024.

Pada pos laba per saham, jumlah rata-rata tertimbang saham beredar tetap sebesar 1,92 miliar lembar. 

Dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar Rp1,47 triliun, EPS dasar dan dilusian tercatat sama, yakni Rp764,65 per saham, karena tidak terdapat efek berpotensi saham yang bersifat dilutif.

Dalam laporan yang sama, bagian atas hasil bersih ventura bersama tercatat negatif Rp77,55 miliar pada 2025, lebih dalam dibandingkan negatif Rp19,42 miliar pada 2024. 

Meski demikian, secara keseluruhan perseroan tetap mencatatkan peningkatan laba sebelum pajak dan laba bersih pada tahun buku 2025. (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.