KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, di zona merah setelah sempat bergerak fluktuatif sepanjang sesi. Indeks ditutup turun 77,065 poin atau 0,96 persen ke level 7.939,767.
Pada awal sesi perdagangan, indeks dibuka di posisi 8.059,868 dan sempat menyentuh level tertinggi 8.098,392 sebelum berbalik melemah hingga menyentuh level terendah 7.932,520.
Pergerakan intraday menunjukkan pola penguatan pada awal perdagangan yang kemudian terkoreksi tajam. IHSG sempat kembali ke zona hijau menjelang jeda sesi pertama, namun tekanan jual meningkat setelah jeda dan berlanjut hingga penutupan.
Dinamika ini mencerminkan masih tingginya volatilitas di tengah sentimen eksternal dan rotasi sektor domestik.
Total volume perdagangan tercatat sebanyak 46,885 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp29,571 triliun. Komposisi pergerakan saham menunjukkan 347 saham melemah, 343 saham menguat, dan 128 saham stagnan.
Struktur ini mengindikasikan tekanan jual yang sedikit lebih dominan dibandingkan aksi beli, dengan indeks bergerak turun akibat pelemahan saham-saham berbobot besar.
Sembilan Sektor di Zona Merah
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan dari 11 sektor ditutup di zona merah. Sektor industri dasar mencatat pelemahan terdalam sebesar 3,85 persen, diikuti sektor transportasi yang turun 2,10 persen dan sektor cyclical yang melemah 1,05 persen.
Tekanan pada sektor-sektor ini menjadi kontributor utama penurunan indeks. Sementara itu, hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau, yang menunjukkan keterbatasan dukungan sektoral terhadap indeks utama.
Di tengah pelemahan pasar secara umum, sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan. MDKA, BUKA, PTBA, EMTK, dan GRPM masuk dalam jajaran top gainers hari ini. Di sisi lain, saham-saham seperti MAPI, JSMR, UNVR, JPFA, dan BRIS menjadi top losers dan menekan laju indeks secara agregat.
Bursa Asia Ikut Melemah
Tidak hanya IHSG yang ditutup melemah. Bursa saham Asia pada sore hari ini juga menunjukkan kecenderungan tersebut.
Indeks Nikkei turun 3,06 persen, Hang Seng melemah 1,12 persen, dan Shanghai turun 1,43 persen. Hanya indeks Strait Times yang mencatatkan penguatan 0,42 persen. Ada satu pola yang memperlihatkan bahwa telah terjadi tekanan eksternal yang seragam di kawasan Asia, yang turut mempengaruhi arus dana di pasar domestik.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG hari ini ditandai oleh volatilitas intraday dan dominasi pelemahan sektoral, terutama pada industri dasar dan transportasi. Kinerja saham-saham unggulan yang beragam menunjukkan adanya rotasi dan selektivitas di tengah tekanan pasar regional, dengan indeks utama bergerak turun setelah gagal mempertahankan penguatan awal sesi.(*)