Logo
>

MDLA Catat Laba Naik 16 Persen, Namun Tekanan Ekspansi Mulai Mengintai

ertumbuhan laba bersih dua digit menjadi indikator yang tak bisa diabaikan

Ditulis oleh Pramirvan Datu
MDLA Catat Laba Naik 16 Persen, Namun Tekanan Ekspansi Mulai Mengintai
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - PT Medela Potentia Tbk (MDLA) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang impresif. Angkanya naik dua digit—sekitar 16 persen secara tahunan—menjadi Rp398,1 miliar. Kinerja tersebut ditopang oleh lonjakan pendapatan yang mencapai Rp14,89 triliun sepanjang 2025.

Direktur Utama Medela Potentia, Krestijanto Pandji, menegaskan bahwa penguatan jaringan distribusi menjadi salah satu pilar utama. Tidak berdiri sendiri. Ekspansi prinsipal, penetrasi bisnis digital, serta geliat segmen alat kesehatan turut menjadi katalis yang menopang performa perseroan di tengah lanskap industri kesehatan yang dinamis.

Capaian ini, merefleksikan fondasi bisnis yang tetap stabil. Sistem distribusi diperkuat. Operasional dioptimalkan. Hasilnya terlihat nyata dalam konsistensi pertumbuhan.

Pertumbuhan laba bersih dua digit menjadi indikator yang tak bisa diabaikan. Ia menandai momentum positif sepanjang 2025. Ke depan, perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjaga ritme pertumbuhan tersebut—melalui penguatan infrastruktur logistik dan penajaman portofolio bisnis.

Sepanjang tahun berjalan, perseroan juga memperkaya portofolio melalui penambahan delapan prinsipal baru. Komposisinya beragam: dua dari segmen obat resep, dua dari consumer health, serta empat dari lini alat kesehatan.

Langkah diversifikasi ini bukan tanpa arah. Ia dirancang untuk memperluas spektrum solusi distribusi sekaligus meningkatkan daya saing di tengah kompetisi industri yang semakin ketat.

Di sektor infrastruktur, akselerasi terus dilakukan. Krestijanto menyebutkan bahwa perusahaan memperkuat kapabilitas distribusi sebagai bagian dari strategi peningkatan kapasitas sekaligus efisiensi operasional.

Pada Mei 2025, perseroan mengakuisisi National Distribution Center (NDC) 1 seluas 10.000 meter persegi. Kapasitasnya mencapai 13.525 pallet. Berlokasi di Kawasan Industri Jababeka II, Cikarang, Jawa Barat, fasilitas ini sejatinya telah menjadi tulang punggung distribusi selama lebih dari satu dekade—sebelumnya dimanfaatkan melalui skema sewa dari entitas afiliasi.

Langkah ekspansi berlanjut. Perseroan juga mengakuisisi lahan seluas 2,7 hektare di Kawasan Industri Jababeka I. Lahan tersebut akan dikembangkan menjadi NDC 2 milik PT Anugrah Argon Medica.

Ekspansi ini mempertegas arah strategi perusahaan. Kapabilitas pergudangan diperkuat. Kecepatan distribusi ditingkatkan. Kualitas layanan pun diharapkan semakin optimal.

Untuk memperluas jangkauan di wilayah Sumatera, pembangunan warehouse dan kantor cabang PT Anugrah Argon Medica di Medan tengah dikebut. Targetnya rampung pada akhir 2026.

Dari lini alat kesehatan, anak usaha PT Deca Metric Medica (DMM) mulai menapaki pasar internasional. Ekspor produk dilakukan ke Kamboja dan Timor Leste pada Agustus 2025—sebuah langkah awal menuju ekspansi global yang lebih luas.

Sementara itu, PT Djembatan Dua, entitas anak di sektor pemasaran alat kesehatan, terus memperkuat portofolio merek sendiri. Tiga SKU baru diluncurkan. Dampaknya signifikan—mendorong pertumbuhan penjualan hingga 50 persen.

Di ranah digital, platform GoApotik menunjukkan performa yang progresif. Pendapatan tumbuh 32 persen. Transaksi pelanggan pun meningkat 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada saat yang sama, perseroan juga menjalin kolaborasi dengan regulator. Fokusnya pada edukasi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), sebagai bagian dari kontribusi dalam meningkatkan standar layanan kesehatan nasional.

Tak hanya mengejar pertumbuhan, aspek lingkungan turut menjadi perhatian. Perusahaan mulai mengimplementasikan kendaraan operasional berbasis motor listrik. Tujuannya jelas: efisiensi energi dan reduksi emisi karbon.

Hingga akhir 2025, penggunaan motor listrik telah diterapkan di 15 cabang yang tersebar di 13 kota. Total unit yang beroperasi mencapai 106—sebuah langkah konkret menuju operasional yang lebih berkelanjutan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.