KABARBURSA.COM – PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) resmi mendapatkan restu dari para pemegang saham untuk melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Langkah buyback ini menjadi salah satu poin penting dalam agenda rapat, di samping pembahasan mengenai kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025. Perseroan menargetkan pembelian kembali sebanyak 438.000 lembar saham atau setara dengan 0,002 persen dari total modal yang telah dikeluarkan dan disetor penuh dalam perusahaan.
Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, menyatakan bahwa aksi korporasi ini dilakukan bukan tanpa alasan. Pembelian kembali saham tersebut merupakan bagian dari skema pemberian remunerasi yang bersifat variabel bagi jajaran direksi dan karyawan perusahaan, yang mengacu pada regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami tetap menjaga keseimbangan antara pembagian dividen dan penguatan permodalan”, ujar Parwati dalam sesi paparan publik di OCBC Tower, Jakarta Selatan, Kamis, 9 April 2026.
Untuk memuluskan rencana tersebut, OCBC telah menyiapkan alokasi biaya yang diperkirakan tidak akan melebihi angka Rp1 miliar. Biaya ini sudah mencakup komisi untuk perantara pedagang efek serta biaya-biaya lain yang menyertai proses transaksi di pasar modal. Manajemen meyakini bahwa langkah ini tidak akan mengganggu kondisi keuangan perusahaan yang saat ini berada dalam posisi sangat sehat.
Selain agenda buyback, RUPST juga menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai 1,03 triliun. Angka tersebut setara dengan 45 per saham atau mengambil porsi sekitar 20,4 persen dari total laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Parwati menegaskan bahwa seluruh keputusan yang diambil dalam rapat hari ini, termasuk rencana pemulihan atau recovery plan dan pengambilalihan saham untuk memperkuat konglomerasi keuangan, dilakukan demi menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang. Perseroan juga resmi menyetujui aksi akuisisi mayoritas saham OCBC Sekuritas Indonesia dan 20 persen saham Great Eastern Life Indonesia.
Di tengah rencana aksi korporasi tersebut, pergerakan harga saham NISP di pasar reguler hari ini terpantau stabil pada level 1.395 per lembar. Namun, pelaku pasar masih mencermati porsi kepemilikan saham publik atau free float NISP yang saat ini berada di angka 13,98 persen. Angka ini masih perlu ditingkatkan agar bisa memenuhi ketentuan minimal 15 persen yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia.
Melalui permodalan yang kuat dan rasio kecukupan modal atau CAR mencapai 24,5 persen, OCBC optimistis mampu menuntaskan seluruh rencana aksi korporasi tersebut sekaligus menjaga kinerja operasional yang tetap prima di tahun 2026. Manajemen berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui tata kelola perusahaan yang hati-hati dan efisien.(*)