Logo
>

Pantau 10 Saham Koleksi UBS Pekan Lalu, ini Terbanyak

UBS Sekuritas Indonesia mencatat pembelian terbesar pada sepuluh saham lintas sektor di pasar reguler sepanjang 5–9 Januari 2026.

Ditulis oleh Syahrianto
Pantau 10 Saham Koleksi UBS Pekan Lalu, ini Terbanyak
Aktivitas perdagangan saham melalui UBS Sekuritas Indonesia (AK) sepanjang periode 5–9 Januari 2026 memperlihatkan konsentrasi pembelian. (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Aktivitas perdagangan saham melalui UBS Sekuritas Indonesia (AK) sepanjang periode 5–9 Januari 2026 memperlihatkan konsentrasi pembelian pada sejumlah saham lintas sektor. 

Data broker summary pasar reguler mencatat sepuluh saham dengan nilai beli terbesar melalui UBS selama sepekan perdagangan, mencakup saham berkapitalisasi besar hingga saham berharga rendah dengan volume sangat besar.

Data tersebut dihimpun dari transaksi pasar reguler dengan klasifikasi seluruh investor di platform Stockbit. Informasi yang tersedia mencakup nilai transaksi, volume saham yang diperdagangkan, serta harga rata-rata pembelian selama periode pengamatan.

Berdasarkan nilai beli, saham dengan porsi terbesar melalui UBS adalah PT United Tractors Tbk (UNTR). Nilai pembelian UNTR tercatat mencapai Rp258,8 miliar dengan volume 82.877 lot pada harga rata-rata Rp31.208 per saham. Angka tersebut menempatkan UNTR sebagai saham dengan nilai beli tertinggi UBS sepanjang pekan.

Di posisi berikutnya, UBS mencatat pembelian pada PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp218,4 miliar. Volume transaksi ASII mencapai 314.849 lot dengan harga rata-rata Rp6.938 per saham. 

Nilai beli yang relatif besar dengan volume yang juga signifikan menempatkan ASII sebagai salah satu saham utama dalam daftar pembelian UBS selama periode tersebut.

Selanjutnya, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) tercatat dibeli senilai Rp193,5 miliar dengan volume 270.075 lot pada harga rata-rata Rp7.361. Posisi RAJA dalam tiga besar nilai beli menunjukkan aktivitas transaksi yang konsisten sepanjang pekan, sebagaimana tercermin dari besarnya nilai dan volume pembelian.

Saham perbankan juga masuk dalam daftar koleksi UBS. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dibeli senilai Rp151,9 miliar dengan volume 410.810 lot pada harga rata-rata Rp3.685. Selain itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) tercatat dibeli senilai Rp75,3 miliar dengan volume 153.919 lot di harga rata-rata Rp4.867. 

Kedua saham perbankan tersebut mencatat nilai transaksi yang berbeda, namun sama-sama masuk dalam sepuluh besar pembelian UBS selama periode pengamatan.

Dari sektor pertambangan dan sumber daya alam, UBS membukukan pembelian pada beberapa saham dengan nilai yang relatif besar. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dibeli senilai Rp123,9 miliar dengan volume 482.138 lot pada harga rata-rata Rp2.611. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) juga tercatat dibeli senilai Rp116,1 miliar dengan volume 332.045 lot di harga rata-rata Rp3.592.

Selain itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) masuk dalam daftar sepuluh besar dengan nilai beli Rp97,8 miliar. Volume transaksi AMMN tercatat 123.795 lot pada harga rata-rata Rp7.830 per saham. 

Di luar saham-saham dengan harga menengah hingga tinggi, UBS juga mencatat pembelian pada saham berharga rendah dengan volume yang sangat besar. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dibeli senilai Rp71,2 miliar dengan volume mencapai 4,3 miliar saham pada harga rata-rata Rp168. 

Sementara itu, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tercatat dibeli senilai Rp64,3 miliar dengan volume 9,6 miliar saham di harga rata-rata Rp67.

Kedua saham tersebut mencatat volume transaksi tertinggi di antara sepuluh saham koleksi UBS, meskipun nilai belinya berada di bawah saham-saham berkapitalisasi besar. Perbedaan karakter transaksi tersebut tercermin dari kombinasi nilai, volume, dan harga rata-rata yang berbeda antar saham dalam daftar.

Jika dilihat secara keseluruhan, sepuluh saham dengan nilai beli terbesar melalui UBS Sekuritas Indonesia sepanjang 5–9 Januari 2026 tersebar di berbagai sektor, mulai dari alat berat dan otomotif, perbankan, pertambangan mineral dan logam, hingga infrastruktur dan teknologi. 

Setiap saham dalam daftar mencatat kombinasi nilai transaksi, volume, dan harga rata-rata yang berbeda, mencerminkan aktivitas perdagangan yang beragam dalam periode yang sama. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.