KABARBURSA.COM – Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia sepanjang 5–9 Januari 2026 terkonsentrasi pada lima broker dengan nilai transaksi terbesar.
Data broker summary di platform Stockbit mencerminkan saham-saham yang menjadi fokus pembelian dan penjualan masing-masing broker sepanjang pekan tersebut.
Berdasarkan data perdagangan, lima broker teratas dari sisi nilai transaksi adalah Stockbit Sekuritas Digital (XL), Mandiri Sekuritas (CC), UBS Sekuritas Indonesia (AK), Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP), dan Maybank Sekuritas Indonesia (ZP).
Seluruh data disarikan dari transaksi pasar reguler dengan klasifikasi seluruh investor.
Broker Ritel Mendominasi Pasar, Asing Bagaimana?
Stockbit Sekuritas Digital menempati posisi teratas dengan total nilai transaksi mencapai Rp42,9 triliun. Dari jumlah tersebut, nilai pembelian tercatat Rp22,4 triliun dan penjualan Rp20,5 triliun, sehingga menghasilkan beli bersih sekitar Rp2,0 triliun. Volume transaksi mencapai 120,4 miliar saham dengan frekuensi 12,6 juta kali transaksi.
Pada sisi pembelian, saham yang paling banyak dikoleksi XL adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp443,5 miliar dengan volume 9,6 miliar saham di harga rata-rata Rp460 per saham.
Selanjutnya PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dibeli senilai Rp276,5 miliar dengan volume 3,4 miliar saham pada harga rata-rata Rp796.
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menyusul dengan nilai beli Rp173 miliar dan volume 2,9 miliar saham di harga rata-rata Rp614.
Selain itu, XL juga membukukan pembelian pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp137,7 miliar serta PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) sebesar Rp99,3 miliar.
Di sisi penjualan, XL melepas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) dengan nilai Rp140 miliar, PT Rukun Raharja (RAJA) Rp101 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp97,8 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp90,4 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp64,3 miliar.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas mencatat nilai transaksi Rp29,5 triliun sepanjang pekan, dengan pembelian Rp14,4 triliun dan penjualan Rp15,1 triliun. Dengan demikian, CC membukukan jual bersih sekitar Rp707,5 miliar. Total volume transaksi tercatat 53,3 miliar saham dengan frekuensi 3,3 juta kali.
Saham dengan nilai beli terbesar oleh Mandiri Sekuritas adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) senilai Rp96,4 miliar diikuti BMRI Rp90,2 miliar dan ANTM Rp83,5 miliar. Selain itu, pembelian juga tercatat pada PT Indika Energy Tbk (INDY) sebesar Rp65,5 miliar dan PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp60,5 miliar.
Pada sisi penjualan, CC paling banyak melepas AMMN senilai Rp388 miliar dan RAJA Rp286,3 miliar. Saham lain yang dilepas adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) senilai Rp109,6 miliar, BBCA Rp77,1 miliar, serta PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp62,7 miliar.
Lebih jauh, UBS Sekuritas Indonesia mencatat total nilai transaksi Rp25,1 triliun. Nilai pembelian mencapai Rp12,9 triliun dan penjualan Rp12,2 triliun, sehingga menghasilkan beli bersih sekitar Rp729,8 miliar. Volume transaksi tercatat 30,0 miliar saham dengan frekuensi 2,2 juta kali.
Saham yang paling banyak dibeli AK adalah PT United Tractor Tbk (UNTR) senilai Rp258,8 miliar, disusul PT Astra International Tbk (ASII) Rp218,4 miliar dan RAJA Rp193,5 miliar. UBS juga mencatat pembelian pada BBRI senilai Rp151,9 miliar serta PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp123,9 miliar.
Di sisi penjualan, UBS melepas BUMI dengan nilai Rp354,5 miliar dan DEWA Rp276,5 miliar. Saham lain yang dilepas adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp144,3 miliar, PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) Rp76,8 miliar, serta PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp62,1 miliar.
Adapun Mirae Asset Sekuritas Indonesia membukukan nilai transaksi Rp22,5 triliun. Nilai pembelian tercatat Rp11,2 triliun dan penjualan Rp11,3 triliun, sehingga menghasilkan jual bersih sekitar Rp148,1 miliar. Volume transaksi mencapai 55,7 miliar saham dengan frekuensi 3,2 juta kali.
Pada sisi pembelian, YP paling banyak mengoleksi BMRI senilai Rp178,2 miliar dan BUMI Rp102 miliar. RATU juga dibeli senilai Rp74,1 miliar, diikuti DEWA Rp61,8 miliar dan BBNI Rp55,3 miliar.
Sementara itu, saham yang paling banyak dilepas Mirae Asset adalah ANTM senilai Rp156,1 miliar. Penjualan juga terjadi pada MDKA Rp80,6 miliar, BBRI Rp77,8 miliar, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) Rp63,1 miliar, dan INDY Rp57,8 miliar.
Asing berikutnya adalah Maybank Sekuritas Indonesia. ZP mencatat nilai transaksi Rp14,1 triliun sepanjang periode yang sama. Nilai pembelian tercatat Rp7,5 triliun dan penjualan Rp6,6 triliun, sehingga menghasilkan beli bersih sekitar Rp860,3 miliar. Volume transaksi mencapai 15,0 miliar saham dengan frekuensi 1,0 juta kali.
Saham yang paling banyak dibeli ZP adalah BBCA senilai Rp226,7 miliar. Selain itu, BRMS dibeli senilai Rp139,5 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp131,5 miliar, AMMN Rp130,5 miliar, dan TLKM Rp127 miliar.
Di sisi penjualan, Maybank paling banyak melepas BMRI senilai Rp514,9 miliar. Saham lain yang dilepas adalah BUMI Rp230,8 miliar, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) Rp213,6 miliar, DEWA Rp67,7 miliar, serta PT RMK Energy Tbk (RMKE) Rp33,6 miliar.
Data transaksi lima broker teratas tersebut menunjukkan daftar saham yang aktif diperdagangkan sepanjang pekan, baik dari sisi pembelian maupun penjualan.
Saham-saham berbasis komoditas, perbankan, energi, dan konsumer muncul berulang kali dalam daftar transaksi terbesar. (*)