KABARBURSA.COM – Harga emas dunia diprediksi terus menguat hingga menyentuh ke level USD6.500. Meroketnya harga emas disinyalir karena sentimen geopolitik dan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menuturkan, harga emas dunia memprakirakan harga emas dunia berpotensi melanjutkan penguatan yang signifikan.
“Hingga akhir tahun, tidak menutup kemungkinan harga emas dapat menguat hingga ke level USD6.500 per troy once,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Minggu, 17 Februari 2026.
Ibrahim mengungkapkan, level support pertama harga emas dunia dapat menyentuh angka USD4.947 per troy ounce. Menurutnya, lonjakan ini dapat mengerek harga emas domestik hingga menyentuh angka Rp2,92 juta per gram.
Begitu juga untuk harga emas domestik pada perdagangan 16-20 Februari 2026 dapat bergerak menguji level resistance di angka Rp3 juta per gram. Jika harga emas terus menguat, lanjut Ibrahim, harga emas domestik bisa menyentuh angka Rp3,15 juta per gram.
Ibrahim menjelaskan, sentimen utama yang mengerek harga emas dunia dan domestik adalah lonjakan ketegangan di Timur Tengah. Peningkatan eskalasi geopolitik menjadi faktor paling dominan yang menggerakkan harga pasar.
Ia menilai pengerahan kapal induk kedua Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, ke kawasan tersebut menandakan potensi eskalasi militer yang kian serius. Kondisi ini, kata dia, berisiko memperbesar ketidakpastian global sehingga investor cenderung memindahkan portofolio mereka ke emas sebagai instrumen safe-haven.
Di sisi lain, perlambatan inflasi inti Amerika Serikat pada Januari 2026 yang tercatat 2,4 perse membuka ruang bagi The Fed untuk kembali menurunkan suku bunga, sebuah kondisi yang biasanya memberi dorongan bagi harga emas seiring melemahnya indeks dolar AS.(*)