Logo
>

Penjualan TSPC Tembus Rp14 T, tapi Laba Justru Turun

Penjualan TSPC tembus Rp14 triliun pada 2025, namun laba turun akibat kenaikan beban operasional dan tekanan margin di tengah kondisi global.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Penjualan TSPC Tembus Rp14 T, tapi Laba Justru Turun
Ilustrasi penjualan TSPC telah mencapai Rp14 triliun tapi laba turun. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) mencatat penjualan bersih yang menembus Rp14 triliun pada 2025. Namun, kinerja laba TSPC justru mengalami penurunan di tengah tekanan biaya yang meningkat.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, penjualan bersih perseroan tumbuh 2,6 persen menjadi Rp14.005,0 miliar. Capaian ini menjadi yang pertama kalinya bagi Tempo Scan melampaui ambang Rp14 triliun, meski kondisi ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian.

Di sisi lain, laba usaha tercatat turun 6,0 persen menjadi Rp1.699,6 miliar. Sementara itu, laba bersih setelah pajak juga melemah 2,8 persen menjadi Rp1.406,8 miliar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan belum sepenuhnya mampu diterjemahkan menjadi peningkatan profit. Tekanan utama datang dari kenaikan beban operasional, khususnya beban penjualan yang naik 8,8 persen menjadi Rp3.030,0 miliar.

Kenaikan tersebut mendorong rasio beban penjualan terhadap penjualan bersih meningkat menjadi 21,6 persen dari sebelumnya 20,4 persen.

Selain itu, total beban operasional meningkat 7,6 persen menjadi Rp3.624,9 miliar. Dampaknya, margin laba usaha turun menjadi 12,1 persen dari 13,2 persen, sementara margin EBITDA ikut melemah ke level 14,5 persen dari 16,5 persen.

Meski laba tertekan, beberapa lini bisnis masih menunjukkan kinerja positif. Divisi Consumer Products & Cosmetics (CPC) mencatat pertumbuhan penjualan 6,7 persen menjadi Rp4.859,7 miliar, dengan segmen kosmetik menjadi pendorong utama setelah tumbuh 15,5 persen.

Sebaliknya, divisi farmasi hanya tumbuh 1,4% menjadi Rp4.810,9 miliar, seiring melemahnya permintaan pada produk nutrisi yang turun 1,7 persen. Sementara itu, divisi distribusi mengalami penurunan tipis 0,4 persen menjadi Rp4.334,4 miliar.

Di tengah tekanan domestik, bisnis internasional justru mencatat pertumbuhan yang lebih kuat. Penjualan internasional pada divisi CPC tumbuh 25,9 persen, sementara bisnis farmasi internasional meningkat 21,2 persen, menunjukkan mulai menguatnya kontribusi pasar luar negeri.

Kinerja ini tidak terlepas dari dinamika global sepanjang 2025 yang dipenuhi volatilitas, mulai dari kebijakan tarif Amerika Serikat, gangguan rantai pasok, hingga ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi.

Dengan kondisi tersebut, kenaikan beban di sisi penjualan dapat dilihat sebagai langkah untuk menjaga daya saing dan mempertahankan pertumbuhan di tengah tekanan pasar.

Namun, situasi ini juga menegaskan tantangan yang dihadapi perseroan: bagaimana menjaga keseimbangan antara ekspansi dan efisiensi. Penjualan yang terus tumbuh memberikan ruang optimisme, tetapi tanpa pengendalian biaya yang lebih ketat, tekanan terhadap laba berpotensi berlanjut.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.