Logo
>

Perdagangan Saham Pekan ini Negatif, IHSG Anjlok 7,89 Persen

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan penurunan tajam terjadi pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHS)

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Perdagangan Saham Pekan ini Negatif, IHSG Anjlok 7,89 Persen
Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat data perdagangan saham ditutup di zona negatif selama sepekan periode 2-6 Maret 2026.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan penurunan tajam 
terjadi pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan sebesar 7,89 persen.

"Sehingga ditutup pada level 7.585,687, dari posisi 8.235,485 pada pekan lalu," ujar dia dalam keterangannya, Jumat, 6 Maret 2026.

Penurunan turut dialami oleh kapitalisasi pasar BEI yang tercatat Rp13.627 triliun atau menurun  sebesar 7,85 persen dari Rp14.787 triliun pada pekan sebelumnya.

Rata-rata frekuensi harian BEI juga ditutup berubah sebesar 7,33 persen sebesar 2,73 juta kali transaksi dari 2,95 juta kali transaksi pada penutupan pekan sebelumnya.

"Rata-rata nilai transaksi harian BEI berubah sebesar 16,64 persen menjadi Rp24,97 triliun dari Rp29,95 triliun pada pekan sebelumnya," kata Kautsar.

Tak hanya itu, lanjut Kautsar, rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini juga mengalami kinerja negatif setelah turun 17 persen menjadi 42,34 miliar lembar saham dari 51,02 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

"Adapun investor asing hari ini (Jumat, 6 Maret 2026) mencatatkan nilai jual bersih Rp263 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp7,29 triliun," pungkas Kautsar. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.