KABARBURSA.COM – PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk (ACRO) mengumumkan telah menyelesaikan pengajuan paten atas teknologi terbarunya berupa Sistem Dispenser Velcro.
Dalam siaran persnya, ACRO menyampaikan bahwa sistem dispenser tersebut dirancang dengan konsep simple and loss-free, yang ditujukan untuk mengatasi persoalan penyimpanan material sekaligus menekan tingkat kehilangan bahan baku.
Dalam dokumen yang sama, manajemen menyebut teknologi ini diproyeksikan meningkatkan kecepatan operasional hingga 20 persen pada sektor logistik dan lini manufaktur yang menggunakan produk hook and loop.
Direktur Utama ACRO Chung menyatakan bahwa pengajuan paten tersebut menjadi bagian dari transformasi model bisnis.
“Paten ini merupakan tonggak transformasi ACRO dari manufaktur komponen menjadi perusahaan teknologi bernilai tinggi. Kami tidak lagi hanya menjual produk, tetapi menawarkan efisiensi dan inovasi kepada mitra,” ujar Chung, seperti dikutip, Rabu, 21 Januari 2026.
Ekspansi Model Usaha dan Target Komersialisasi
Sejalan dengan pengajuan paten tersebut, ACRO menyampaikan rencana perluasan cakupan usaha dari manufaktur velcro ke bisnis solusi pengemasan (packaging solution).
Segmen ini mencakup berbagai produk pengemasan berbasis pita (tape) dan ban (band), yang menyasar kebutuhan sektor industri, logistik, hingga konsumen ritel.
Manajemen menyebut pengembangan lini bisnis baru ini akan didukung oleh penguatan fungsi riset dan pengembangan. Perseroan juga membuka peluang kerja sama dengan institusi akademik serta firma desain profesional untuk mendukung pengembangan produk di masa mendatang.
Dalam keterbukaan informasi, ACRO menyampaikan bahwa minat terhadap teknologi dispenser tersebut telah muncul sejak tahap pengembangan, terutama dari sektor manufaktur, logistik, dan consumer goods.
Perseroan menargetkan pendapatan dari lini bisnis baru ini mulai terealisasi pada semester kedua 2026.
Terkait kinerja ke depan, manajemen menyatakan bahwa komersialisasi produk berbasis paten tersebut diharapkan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan laba operasional Perseroan pada tahun fiskal 2026, dibandingkan dengan kinerja bisnis konvensional.
Namun, Perseroan juga menegaskan bahwa informasi tersebut bersifat forward-looking dan bergantung pada berbagai faktor bisnis dan ekonomi.
Selain pengembangan produk, ACRO menyampaikan komitmen untuk memperkuat aktivitas hubungan investor seiring dengan pengumuman strategis tersebut.
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap Perseroan, sejalan dengan pengumuman paten dan arah pengembangan bisnis baru. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.