Logo
>

IHSG Melemah, Ini 10 Saham Peringkat Terbawah Hari Ini, Tekanan Jual Masih Mendominasi

IHSG ditutup melemah 1,36 persen ke level 9.010,33 pada perdagangan Rabu (21/1/2026), seiring tekanan jual yang masih mendominasi pergerakan saham.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Melemah, Ini 10 Saham Peringkat Terbawah Hari Ini, Tekanan Jual Masih Mendominasi
IHSG melemah 1,36 persen ke 9.010,33. Tekanan jual masih mendominasi dengan 10 saham mencatatkan penurunan terdalam hari ini. Foto: Dok. KabarBursa

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM — Kinerja pasar saham domestik kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu, 21 Januari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah di level 9.010,33 atau turun 124,37 poin setara 1,36 persen.

    Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 8.977 hingga 9.105. Kondisi ini mencerminkan tekanan jual yang relatif konsisten sejak awal sesi.

    Tekanan terhadap indeks turut tercermin dari pergerakan saham-saham individual yang masuk dalam daftar 10 saham peringkat terbawah hari ini. Sejumlah saham mencatatkan penurunan harga yang cukup dalam seiring meningkatnya aksi jual, baik dari investor ritel maupun pelaku pasar jangka pendek yang melakukan penyesuaian portofolio.

    Saham NIRO milik City Retail Developments menjadi saham dengan penurunan terdalam. Harga saham NIRO turun 22 poin atau 6,63 persen ke level 310. Nilai transaksi saham ini tercatat sebesar 229,36 juta dengan volume perdagangan 7.320 saham dan frekuensi 161 kali transaksi. Penurunan ini menunjukkan tekanan jual yang cukup signifikan meskipun likuiditas relatif terbatas.

    Di posisi berikutnya terdapat saham WIRG milik Wir Asia Tbk. Saham ini turun 7 poin atau 6,48 persen ke level 101. Aktivitas perdagangan WIRG tergolong ramai dengan nilai transaksi mencapai 22,00 miliar dan volume 2,14 juta saham, menandakan distribusi saham yang cukup aktif di tengah pelemahan harga.

    Saham NINE dari Techno9 Indonesia juga masuk jajaran saham tertekan setelah turun 16 poin atau 6,15 persen ke posisi 244. Nilai transaksi saham ini mencapai 14,67 miliar dengan volume 594.150 saham. Tekanan pada saham teknologi ini sejalan dengan kehati-hatian investor terhadap saham berisiko tinggi di tengah pelemahan pasar.

    Selanjutnya, saham HAJJ milik Arsy Buana Travel mengalami penurunan 10 poin atau 6,06 persen ke level 155. Nilai transaksi tercatat 3,34 miliar dengan volume 212.780 saham. Pelemahan ini mencerminkan minimnya minat beli lanjutan meskipun sektor terkait perjalanan mulai menunjukkan pemulihan secara fundamental.

    Saham SGER dari Sumber Global Energy turut melemah 35 poin atau 6,03 persen ke posisi 545. Saham ini mencatatkan nilai transaksi 17,10 miliar dengan volume 313.220 saham. Tekanan pada saham energi ini menunjukkan bahwa sentimen negatif pasar masih mengalahkan faktor fundamental jangka panjang.

    Saham BULL milik Buana Lintas Lautan juga berada dalam tekanan setelah turun 40 poin atau 5,84 persen ke level 645. Nilai transaksi saham ini mencapai 242,46 miliar dengan volume 3,77 juta saham, menjadikannya salah satu saham dengan nilai transaksi terbesar di daftar saham peringkat terbawah hari ini.

    Saham BLUE dari Berkah Prima Perkasa mencatatkan penurunan 305 poin atau 5,84 persen ke level 4.920. Nilai transaksi saham ini tercatat sebesar 11,95 miliar dengan volume 24.200 saham. Penurunan nominal yang besar ini mencerminkan tekanan jual pada saham berharga tinggi yang sensitif terhadap sentimen pasar.

    Berikutnya, saham BRRC milik Raja Roti Cemerlang turun 8 poin atau 5,76 persen ke level 131. Nilai transaksi saham ini sebesar 2,11 miliar dengan volume 157.770 saham, menunjukkan aktivitas jual yang cukup merata sepanjang sesi perdagangan.

    Saham LABA dari Green Power Group juga melemah 10 poin atau 5,75 persen ke posisi 164. Nilai transaksi tercatat 3,91 miliar dengan volume 234.520 saham. Tekanan ini mencerminkan sikap wait and see investor terhadap saham-saham dengan kapitalisasi menengah.

    Melengkapi daftar 10 saham peringkat terbawah hari ini adalah saham TRIS milik Trisula International yang turun 14 poin atau 5,74 persen ke level 230. Nilai transaksi saham ini mencapai 10,09 miliar dengan volume 418.360 saham, menandakan adanya tekanan jual yang cukup konsisten.

    Dengan tekanan yang masih mendominasi pergerakan indeks dan saham-saham individual, pelaku pasar cenderung bersikap selektif sambil menunggu katalis baru yang mampu mendorong pembalikan arah pasar.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Desty Luthfiani

    Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

    Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

    Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

    Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".