KABARBURSA.COM - Pemegang saham PT Bank Permata Tbk menyetujui seluruh agenda dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 7 April 2026.
Dalam RUPST tersebut, salah satu keputusan utama adalah penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp3,6 triliun.
Dari jumlah tersebut, perseroan menetapkan pembagian dividen tunai sebesar kurang lebih Rp1,266 triliun (bruto) atau Rp35 per saham kepada pemegang saham yang berhak.
Selain keputusan dividen, pemegang saham juga menyetujui lima agenda lainnya, yaitu pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan tahun buku 2025, penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk audit tahun buku 2026, pengangkatan kembali anggota Dewan Komisaris dan Direksi untuk masa jabatan 2026-2029, pengangkatan Direktur baru, serta penetapan remunerasi bagi Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah.
Pada mata acara pengangkatan Direksi, RUPST menyetujui penunjukan Sorakrit Phruthanontachai sebagai Direktur Perseroan. Masa jabatannya berlaku setelah seluruh persyaratan, termasuk uji kemampuan dan kepatutan dari regulator, terpenuhi dan efektif hingga penutupan RUPS Tahunan ketiga atau pada 2029. Sebelum bergabung, Sorakrit Phruthanontachai memiliki pengalaman lebih dari 27 tahun di Bangkok Bank.
Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menyampaikan bahwa kinerja perseroan sepanjang 2025 didorong oleh inovasi layanan, efisiensi operasional, serta penguatan tata kelola perusahaan.
Meliza menuturkan, sepanjang tahun 2025, Bank secara konsisten menghadirkan inovasi layanan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan.
Kami ingin membangun Bank yang tumbuh bersama nasabah serta memperdalam hubungan jangka panjang melalui layanan yang relevan, dengan menjadi bank pilihan dan utama untuk memenuhi kebutuhan layanan perbankan sehari-hari, baik untuk individual, bisnis, dan keluarga lintas generasi,” kata Meliza dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu, 8 April 2026.
Ia menambahkan, dukungan Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali, Permata Bank akan terus memberikan layanan yang terbaik sekaligus menciptakan nilai tambah dan dampak positif bagi nasabah serta seluruh pemangku kepentingan.
Dari sisi kinerja, Permata Bank mencatat laba setelah pajak sebesar Rp3,6 triliun pada 2025. Total aset perseroan meningkat 3,6 persen secara tahunan menjadi Rp268,3 triliun. Sementara itu, rasio permodalan tetap kuat dengan CAR sebesar 34,6% dan CET-1 sebesar 26,6 persen.
Sementara itu, Komisaris Utama Permata Bank, Chartsiri Sophonpanich, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Direksi. Menurutnya, Dewan Komisaris menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direksi atas kontribusinya dalam mengelola Bank secara profesional, dan bertanggung jawab.
“Kinerja sepanjang 2025 berhasil menjadi fondasi yang kuat untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan di seluruh lini bisnis pada masa mendatang, sekaligus memperkuat daya saing dan menciptakan nilai bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Adapun susunan Dewan Komisaris Permata Bank terdiri dari Chartsiri Sophonpanich sebagai Komisaris Utama, Chong Toh, Niramarn Laisathit, Chalit Tayjasanant, serta Komisaris Independen Haryanto Sahari, Goei Siauw Hong, Yap Tjay Soen, dan Riswinandi. Sementara jajaran Direksi dipimpin oleh Direktur Utama Meliza Musa Rusli, bersama Dhien Tjahajani, Dayan Sadikin, Setiatno Budiman, Rudy Basyir Ahmad, Eddie Sajoga, Evi, Ahmad Mikail Madjid, dan Sorakrit Phruthanontachai.
Untuk Dewan Pengawas Syariah, susunan terdiri dari Prof. Dr. H. Jaih sebagai Ketua, serta Asep Supyadillah dan Habibullah sebagai anggota.(*)