Logo
>

Potensi Cuan dari Mengolah Sampah Plastik jadi BBM

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Potensi Cuan dari Mengolah Sampah Plastik jadi BBM

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Inovasi mengolah limbah sampah plastik jadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif bukan hal baru di Indonesia. Salah satu inovator di Indonesia yang fokus mengolah limbah sampah plastik menjadi BBM adalah Budi Trisno Aji.

    Pria asal Desa Kasilib, Wanadadi, Banjarnegara itu sukses menjadi inovator Faspol 5.0. Sekadar informasi, teknologi Faspol 5.0 merupakan inovasi mesin fast pyrolosis yang dapat mengubah sampah plastik menjadi energi baru berupa bahan bakar setara solar yang diberi nama Petasol.

    Hasil inovasi ini telah diuji oleh Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Tak hanya itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga turut menguji hasil inovasi pria 43 tahun itu pada 2023 silam.

    Agar inovasinya tak mandek, Budi telah berkali-kali menguji inovasinya dengan cara mencoba kinerja Petasol di mobil Toyota Fortune dan alat pertanian bermesin diesel.

    “Hasilnya sehat untuk mesin mobil. Karena kandungan zat asamnya sedikit. Itu yang paling penting, karena kandungan asam itu yang bikin korosi di mesin kendaraan,” kata Budi saat dihubungi Kabar Bursa, Senin, 24 Juni 2024.

    Berdasarkan hasil pengujian, Budi menyimpulkan jika rasio fuel consumtion atau pemakaian bahan bakar Petasol pada Toyota Fortuner adalah 1:11. Artinya satu liter sama dengan 11 km. Ia menilai, produknya lebih irit jika dibandingkan dengan produk solar yang sudah ada di pasaran.

    “Dari 17 parameter (penilaian BRIN), ada yang lebih baik dan ada yang tidak. Produk kami sudah digunakan oleh beberapa mobil dan alat pertanian,” tuturnya.

    Budi mengungkapkan, berdasarkan hasil pengujian BRIN, bilangan setana atau cetane number Petasol adalah 48,8 dengan kandungan sedimen nol. Sedangkan kandungan abu pada emisi gas buang juga nol.

    Jenis Sampah Plastik yang Digunakan

    Lulusan SMK di Purwokerto ini mendapat pasokan bahan baku Petasol dari bank sampah yang ia kelola. Sampah plastik yang ia dapat itu disortir sebelum diolah karena tidak semua sampah plastik dapat diubah menjadi BBM.

    “Ada tiga macam (sampah plastik). Jenis HDTE, LDPE dan PEP. Plastik tersebut mengandung minyak bumi. Ini yang membuat sampah plastik itu susah diuraikan,” jelasnya.

    Sekadar informasi, plastik Low Denstty Polyethylene (LDPE) yang memiliki sifat mekanis yang tembus pandang, kuat, fleksibel dan memiliki daya tahan tinggi terhadap pelarut kimia.

    Sedangkan plastik High Density Polyethylene (HDPE) memiliki karakteristik buram dan transparan serta elastik. Plastik ini tidak tembus air, tidak berbau, tahan benturan dan tahan panas. Kemudian plastik PEP yang sifatnya tidak tahan terhadap panas.

    Terkait proses, sampah plastik yang terkumpul di bank sampah disortir terlebih dulu sebelum dimasukkan ke dalam mesin untuk diubah menjadi BBM. Sampah yang diolah akan menghasilkan beberapa material, yakni bahan bakar setara solar, 2 liter air dan 3 kilogram residu.

    “Nanti akan ketemu. Misal masuk 50 kilogram, keluar 50 liter juga, artinya ada berapa liter solar, air dan residu dengan catatan bahan baku plastik itu kering dan bersih,” ujar Budi.

    Potensi Cuan di Bisnis Sampah Plastik

    Budi mengungkapkan, ada potensi keuntungan yang bisa didapatkan melalui inovasinya. Ia merinci biaya produksi untuk satu liter Petasol adalah Rp3.000. Sementara ia menjual produknya dengan harga Rp10.000 per liter.

    Agar selalu mendapat pasokan bahan baku, ia juga menerapkan sistem barter kepada masyarakat yang telah memasok sampah plastik. Budi juga memiliki banyak mitra untuk menyuplai bahan baku.

    Potensi cuan juga didapatkan melalui penyediaan alat produksi ke kelompok-kelompok warga yang telah ia bina. Hingga kini sudah banyak kelompok masyarakat yang berhasil memproduksi BBM di bawah bimbingannya.

    Selain memasok alat, ia tak segan-segan mengajak masyarakat mendapat keuntungan dengan memanfaatkan sampah plastik.

    Terkait kendala, pria yang menggeluti usaha pengolahan sampah plastik sejak 2018 ini mengaku masih terhalang dalam pemasaran produk, karena terbentur regulasi pemerintah. Kendati demikian, pihaknya mengaku mendapat dukungan dari pemerintah ketika menjalankan usahanya.

    “Yang sekarang kami alami adalah tentang regulasi untuk menjual lebih bebas bahan bakar produk kami. Itu bertabrakan dengan regulasi terkait migas yang mengatur tentang pengembangan dan pengambilan minyak buminya,” keluhnya.

    Dia berharap, ke depannya regulasi tersebut dapat terealisasi sehingga inovasi BBM Petasol yang diciptakannya dapat dirasakan oleh masyarakat luas (cit/*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Citra Dara Vresti Trisna

    Vestibulum sagittis feugiat mauris, in fringilla diam eleifend nec. Vivamus luctus erat elit, at facilisis purus dictum nec. Nulla non nulla eget erat iaculis pretium. Curabitur nec rutrum felis, eget auctor erat. In pulvinar tortor finibus magna consequat, id ornare arcu tincidunt. Proin interdum augue vitae nibh ornare, molestie dignissim est sagittis. Donec ullamcorper ipsum et congue luctus. Etiam malesuada eleifend ullamcorper. Sed ac nulla magna. Sed leo nisl, fermentum id augue non, accumsan rhoncus arcu. Sed scelerisque odio ut lacus sodales varius sit amet sit amet nibh. Nunc iaculis mattis fringilla. Donec in efficitur mauris, a congue felis.