Logo
>

PT Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Raup Laba Rp375 Miliar, ini Pendorongnya

JTPE mencatat laba bersih naik 48 persen dan pendapatan tumbuh 31 persen pada 2025, didorong transformasi bisnis menuju solusi digital.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
PT Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Raup Laba Rp375 Miliar, ini Pendorongnya
Ilustrasi laba JTPE yang melampaui target. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) mencatatkan kinerja keuangan yang melampaui target sepanjang tahun buku 2025. JTPE mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang sama-sama mencapai double digit di tengah transformasi bisnis menuju solusi digital.

Berdasarkan laporan kinerja hingga Desember 2025, pendapatan bersih JTPE tercatat sebesar Rp2,78 triliun atau meningkat 31 persen secara tahunan. Sejalan dengan itu, laba bersih perseroan juga melonjak 48 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp375,06 miliar.

Capaian tersebut bahkan melampaui target internal yang sebelumnya telah ditetapkan manajemen, mencerminkan kinerja operasional yang solid sepanjang tahun.

Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei, mengatakan hasil tersebut tidak lepas dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan bisnis serta menangkap peluang baru di pasar.

“Kami bersyukur capaian tahun 2025 ini berhasil melampaui target yang telah ditetapkan, didorong oleh optimalisasi yang terus dilakukan Perusahaan serta langkah proaktif dalam menangkap berbagai peluang baru,” ujar Allan dalam keterangan tertulis yang diterima KabarBursa.com pada Rabu, 1 April 2026.

Dari sisi kontribusi bisnis, lini sekuriti masih menjadi tulang punggung utama dengan menyumbang Rp2,61 triliun atau lebih dari 90 persen terhadap total pendapatan.

Segmen ini ditopang oleh produk-produk seperti kartu identitas, termasuk komponen paspor dan dokumen kepemilikan kendaraan bermotor, kartu pembayaran, hingga solusi perlindungan merek.

Perseroan juga mulai memperkuat pengembangan bisnis di luar segmen tradisional, khususnya melalui ekspansi ke solusi digital. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mendiversifikasi sumber pendapatan sekaligus meningkatkan daya saing di tengah perubahan industri yang semakin terdigitalisasi.

Manajemen melihat peluang besar dari pertumbuhan ekonomi digital nasional yang diproyeksikan mencapai Rp1.700 triliun pada 2025.

Momentum tersebut dimanfaatkan JTPE dengan mengembangkan berbagai solusi berbasis teknologi, termasuk sistem inventory dan distribution management serta implementasi teknologi RFID.

Transformasi ini juga diiringi dengan peningkatan investasi di berbagai lini, mulai dari riset dan pengembangan, inovasi produk dan layanan baru, penguatan sumber daya manusia, hingga modernisasi mesin dan teknologi produksi.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk beralih dari sekadar penyedia jasa percetakan menjadi pengembang produk dan solusi terintegrasi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

“Kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan berkelanjutan ke depan,” ujar Allan.

Melalui kombinasi kinerja keuangan yang kuat dan arah transformasi bisnis yang jelas, JTPE menempatkan diri sebagai salah satu emiten yang aktif beradaptasi terhadap perubahan lanskap industri, khususnya dalam memanfaatkan peluang di era digital.

Menilik data perdagangannya, harga saham JTPE saat ini berada di kisaran 600 per lembarnya. Ia mengalami rebound selama 3 bulan terakhir setelah sebelumnya mencapai 700 pee lembar kemudian turun ke 560 per lembar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".