KABARBURSA.COM – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) merampungkan pembangunan ulang Stasiun Tanah Abang, salah satu stasiun tersibuk di Jakarta, dengan tampilan baru dan kapasitas yang jauh lebih besar.
Proyek strategis senilai lebih dari Rp309 miliar ini merupakan bagian dari agenda Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menghadirkan pusat integrasi transportasi modern di kawasan Jabodetabek.
Stasiun hasil transformasi ini kini mampu menampung hingga 300.000 penumpang per hari, meningkat dua kali lipat dari kapasitas sebelumnya yang hanya 150.000 penumpang.
Proyek yang mulai dikerjakan pada 2023 tersebut secara resmi dinyatakan selesai pada 11 Juli 2025, dan kini telah mulai beroperasi melayani penumpang KRL maupun moda transportasi lanjutan lainnya.
“Stasiun Tanah Abang kini hadir sebagai stasiun hub-intermoda yang modern, aman, dan nyaman. Keberhasilan proyek ini tidak lepas dari inovasi dan kolaborasi lintas kontraktor yang solid,” kata Joko Raharjo, Corporate Secretary PTPP, dalam keterangannya, dikutip Senin, 14 Juli 2025.
Inovasi Konstruksi dan Fasilitas Ramah Publik
Transformasi Stasiun Tanah Abang mencakup pembangunan gedung stasiun baru seluas 18.150 meter persegi, revitalisasi jalur sepanjang 1.489 meter single track, dan peningkatan fasilitas pelayanan.
Jumlah jalur aktif kini bertambah dari empat menjadi enam track, sementara peron yang sebelumnya dua unit diperluas menjadi empat peron. Penambahan ini krusial untuk menangani lonjakan volume penumpang harian yang terus meningkat.
Gedung stasiun juga dirancang dengan pendekatan inklusif, menghadirkan area usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), toilet pria dan wanita di setiap lantai, toilet difabel, nursery room, ruang kesehatan, serta fasilitas lost and found.
Penumpang juga dimudahkan dengan keberadaan 7 unit lift dan 11 unit eskalator untuk mendukung mobilitas vertikal.
Menurut Joko, proses konstruksi dilakukan sangat hati-hati, mengingat stasiun ini tetap beroperasi selama masa pengerjaan.
“Seluruh pekerjaan konstruksi dilakukan pada pukul 00.00 hingga 04.00 WIB demi menjaga kelancaran layanan KRL,” ujarnya.
Untuk menjaga efisiensi waktu dan keselamatan kerja, PTPP menerapkan sejumlah teknologi inovatif seperti Roles Wesel, sistem perakitan dan pemindahan wesel secara cepat; Mal Base Plate Lifting Point, alat bantu pengangkatan kolom baja multitipe; dan Spray Paint Protection Net yang memungkinkan pengecatan berlangsung meski stasiun tetap beroperasi.
Kinerja PTPP dan Komitmen Proyek Strategis
PTPP menempatkan proyek ini sebagai bagian dari portofolio pengerjaan infrastruktur publik yang berdampak langsung pada konektivitas dan urbanisasi.
Dalam laporan keuangan kuartal I 2025 yang telah disampaikan ke publik, perusahaan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,59 triliun, dengan kontribusi sektor infrastruktur dan bangunan sebesar 80,2 persen terhadap total pendapatan.
Proyek Stasiun Tanah Abang juga memperkuat posisi PTPP dalam proyek berbasis transformasi urban. Selain stasiun ini, PTPP juga tengah mengerjakan proyek strategis lain seperti Bandara IKN, Kampus Polri IKN, serta sejumlah gedung kementerian di kawasan ibu kota baru tersebut.
Dengan rampungnya proyek ini, PTPP kembali menegaskan reputasinya sebagai BUMN konstruksi yang mampu menghadirkan solusi desain, pelaksanaan, dan teknologi di area padat dan aktif secara operasional.
Proyek ini turut menandai bahwa pembangunan infrastruktur publik kini semakin mengedepankan prinsip inklusi, keselamatan, dan keberlanjutan. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.