KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Petrosea Tbk (PTRO) pada perdagangan terakhir, Jumat, 13 Maret 2026, menunjukkan tekanan jual yang masih dominan setelah harga terkoreksi ke level 4.530.
Pada sesi tersebut, saham PTRO turun sekitar 3,21 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya fase pelemahan jangka pendek yang masih berlangsung di pasar.
Data indikator teknikal memperlihatkan mayoritas sinyal masih berada pada kecenderungan jual. Rangkuman indikator menunjukkan delapan indikator memberikan sinyal jual tanpa adanya sinyal beli maupun netral. Artinya, momentum pasar masih berada dalam fase tekanan.
Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level sekitar 38, yang menunjukkan posisi mendekati area jenuh jual namun belum memasuki zona ekstrem. Sementara itu indikator Stochastic berada di kisaran 19,7 yang mengindikasikan kondisi jual berlebih dalam pergerakan jangka pendek.
Indikator Stochastic RSI bahkan berada di level nol, yang sering kali muncul ketika tekanan jual berlangsung cukup intens dalam periode singkat. Pada saat yang sama, indikator Williams %R tercatat di sekitar minus 96,8 yang juga berada di area jenuh jual.
Momentum pergerakan harga juga terlihat melemah pada indikator MACD yang berada di wilayah negatif. Nilai Commodity Channel Index (CCI) yang berada di sekitar minus 121 juga menunjukkan bahwa tekanan jual masih dominan dalam pergerakan harga saat ini.
Tren Turun Masih Dominan
Indikator lain seperti Average Directional Index (ADX) berada di kisaran 33 yang menunjukkan bahwa tren yang sedang berlangsung memiliki kekuatan yang cukup signifikan. Dalam kondisi ini, arah tren yang terbentuk masih didominasi tekanan turun.
Sinyal serupa juga terlihat pada indikator Bull/Bear Power yang berada jauh di wilayah negatif. Hal tersebut memperlihatkan dominasi tekanan jual yang cukup kuat pada pergerakan harga saham PTRO dalam periode terakhir.
Dari sisi indikator rata-rata pergerakan harga atau moving average, seluruh indikator utama juga menunjukkan sinyal jual. Harga saham PTRO berada di bawah berbagai garis rata-rata pergerakan mulai dari MA5, MA10, MA20 hingga MA200 baik pada perhitungan sederhana maupun eksponensial.
Kondisi ini menggambarkan bahwa tren pergerakan harga masih berada di bawah kecenderungan rata-rata jangka pendek hingga jangka panjang.
Dalam kerangka level teknikal, titik pivot utama berada di area 5.408. Posisi harga yang saat ini berada jauh di bawah level tersebut menunjukkan bahwa saham PTRO masih berada dalam fase pergerakan di bawah area keseimbangan harga.
Level resistensi pertama secara teknikal berada di sekitar 5.926, kemudian 6.893 hingga 7.411 pada pendekatan pivot klasik. Sementara itu area penopang harga atau support berada di kisaran 4.441, kemudian 3.923 hingga 2.956.
Jika menggunakan pendekatan Fibonacci pivot, area resistensi berada di kisaran 5.975 hingga 6.893, sedangkan area support berada di kisaran 4.841 hingga 3.923.
Dalam analisis teknikal jangka pendek, sejumlah pelaku pasar juga melihat pergerakan saham PTRO saat ini berada dalam fase akhir gelombang koreksi yang lebih panjang. Pergerakan harga diperkirakan sedang berada pada bagian dari gelombang kelima dari struktur gelombang koreksi yang lebih besar.
Strategi Perdagangan PTRO
Dalam kondisi tersebut, rentang harga di area 3.370 hingga 3.960 menjadi area yang sering diperhatikan pelaku pasar sebagai zona potensi pembelian bertahap apabila harga kembali bergerak ke area tersebut.
Sementara itu area pengamanan risiko dalam strategi perdagangan jangka pendek berada di bawah level 3.150. Di sisi lain, apabila harga mampu kembali bergerak naik setelah fase koreksi, area 5.650 hingga 7.050 menjadi rentang harga yang sering dijadikan referensi target pergerakan berikutnya.
Dengan mayoritas indikator teknikal yang masih menunjukkan tekanan jual serta posisi harga yang berada di bawah berbagai garis rata-rata pergerakan, pergerakan saham PTRO saat ini masih berada dalam fase konsolidasi turun menjelang sesi perdagangan berikutnya.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.