Logo
>

Puncaki Top Gainers Sepekan, Fundamental KIOS “Kosong”

Lonjakan harga KIOS ditopang arus beli broker ritel dan transaksi spekulatif jangka pendek, sementara kinerja keuangan, margin, dan profitabilitas perseroan masih berada di zona negatif.

Ditulis oleh Yunila Wati
Puncaki Top Gainers Sepekan, Fundamental KIOS “Kosong”
Ilustrasi PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. Foto: Dok KIOS.

KABARBURSA.COM – PT Kioson Komersial Indonesia Tbk, berkode emiten KIOS, berhasil memuncaki top gainers sepekan (periode 8-12 Desember 2025). Tetapi, menengok pada fundamentalnya, KIOS tampak kosong. Tidak terlihat hal positif yang mengisi fundamentalnya.

Sepekan terakhir, lonjakan KIOS luar biasa tinggii, mencapai 170 persen. Secara harga, pergerakannya tampak spektakuler dan sejalan dengan kenaikan IHSG yang menguat tipis 0,32 persen. Namun ketika diuji lebih dalam, reli KIOS berdiri di atas fondasi fundamental yang rapuh dan belum menunjukkan perbaikan struktural yang meyakinkan.

Dari sisi kinerja pendapatan, tren KIOS justru memperlihatkan kontraksi tajam. Pada kuartal III 2025, total pendapatan hanya tercatat sekitar Rp2 miliar. Angka ini turun signifikan dibandingkan kuartal IV 2024 yang masih mencapai Rp30 miliar, dan jauh di bawah kinerja kuartal III 2024 sebesar Rp51 miliar. Artinya, dalam waktu kurang dari satu tahun, skala bisnis perseroan menyusut drastis. 

Struktur biaya KIOS nyaris membuat perusahaan tidak memiliki ruang bernapas. Beban pokok penjualan pada kuartal III 2025 mencapai Rp2 miliar, hampir setara dengan total pendapatan, sehingga laba kotor berada di level nol. 

Kondisi ini memperlihatkan bahwa model bisnis perusahaan belum mampu menghasilkan margin yang sehat. Bahkan pada kuartal sebelumnya, laba kotor yang sempat positif di kisaran Rp1 miliar tidak cukup untuk menutupi beban usaha.

Laba usaha berada di zona negatif. Sepanjang enam kuartal terakhir, KIOS secara konsisten mencatat rugi usaha, dengan kerugian kuartalan berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp5 miliar. Laba sebelum pajak dan laba bersih juga mencerminkan pola yang sama. 

Pada kuartal III 2025, perseroan kembali membukukan rugi bersih sekitar Rp1 miliar. Tidak ada satu pun periode dalam rentang data ini yang menunjukkan titik balik menuju profitabilitas.

Kondisi ini tercermin jelas pada indikator rasio keuangan. EPS kuartalan KIOS masih negatif, berada di level minus 0,55 pada kuartal III 2025. Return on Assets dan Return on Equity juga tetap negatif, yang menandakan bahwa aset dan ekuitas perusahaan belum mampu menghasilkan pengembalian positif. 

Bahkan dari sisi EBITDA, KIOS masih membukukan angka negatif sebesar minus Rp0,61 miliar. Artinya, operasional inti perusahaan belum menghasilkan arus kas yang sehat.

Jika dilihat dari valuasinya, rasio price to sales melonjak ke hampir 50 kali pada kuartal III 2025, jauh di atas level historis KIOS dan tidak sebanding dengan kondisi pendapatan yang justru menyusut. Rasio setinggi ini hanya dapat dibenarkan jika perusahaan berada dalam fase ekspansi agresif dengan pertumbuhan pendapatan yang kuat.

Broker Ritel jadi Pemain Utama

Lalu, apa yang membuat saham ini memuncaki top gainers? Apa yang menarik?

Jika ditarik ke data broker summary pada perdagangan 12 Desember 2025, reli saham KIOS yang memuncaki top gainers ditopang oleh arus beli yang terpusat dan bersifat sangat spesifik. Maksudnya, ada permainan jangka pendek dari satu sisi ketimbang akumulasi investor jangka panjang.

Di sisi beli, tekanan paling dominan datang dari broker Mandiri Sekuritas (CC) yang mencatat nilai beli bersih sekitar Rp2,1 miliar dengan volume lebih dari 83 ribu lot dan harga rata-rata di kisaran 255. 

Menyusul di belakangnya adalah broker CGS-CIMB Sekuritas (YU) dengan net buy sekitar Rp1,9 miliar dan Phintraco Sekuritas (AT) sebesar Rp1,5 miliar. Ketiganya membentuk klaster akumulasi yang cukup rapat, baik dari sisi nominal maupun harga rata-rata, yang berada di rentang 255–266. 

Namun pola ini menunjukkan adanya koordinasi harga, bukan pembelian acak di berbagai level.

Yang menarik, dorongan beli ini diimbangi oleh distribusi agresif dari broker lain. Broker Panin Sekuritas (GR) dan Semesta Indovest (MG) muncul sebagai penjual terbesar, masing-masing dengan net sell sekitar Rp2,6 miliar dan Rp2,5 miliar. 

Volume jual keduanya bahkan lebih besar dibanding volume beli broker teratas. Artinya, reli KIOS bukan terjadi karena minimnya suplai, melainkan karena suplai tersebut diserap cepat oleh kelompok pembeli tertentu. 

Ini adalah ciri klasik saham yang sedang “dimainkan”, di mana distribusi terjadi bersamaan dengan kenaikan harga.

Pola harga rata-rata juga memperkuat indikasi ini. Broker-broker pembeli besar masuk di harga relatif lebih rendah, sementara broker penjual melepas saham di harga yang sedikit lebih tinggi. Selisih tipis antar harga rata-rata beli dan jual menunjukkan bahwa pergerakan harga berlangsung cepat, dengan rotasi kepemilikan dalam hitungan hari, bahkan jam. Tidak terlihat pola akumulasi bertahap yang biasanya dilakukan investor institusi jangka panjang.

Dengan demikian, alasan KIOS mampu memuncaki top gainers sepekan bukan karena perubahan prospek bisnis atau sentimen makro, melainkan karena adanya dorongan beli terfokus dari sekelompok pelaku pasar yang agresif menyerap suplai di tengah likuiditas terbatas. 

Selama minat beli ini bertahan, harga bisa terus terdorong. Namun tanpa dukungan fundamental dan tanpa kehadiran investor institusi atau asing, reli semacam ini cenderung rapuh dan sangat sensitif terhadap perubahan arus broker.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79