Logo
>

Punya Pengendali Baru, Saham ASLI Malah Anjlok

Masuknya pengendali baru dari jaringan usaha Haji Isam belum langsung direspons positif pasar, dengan tekanan jual masih dominan dan saham ASLI terkoreksi di tengah penantian tender offer.

Ditulis oleh Yunila Wati
Punya Pengendali Baru, Saham ASLI Malah Anjlok
ASLI hari ini anjlok hingga 2 persen lebih, meski kabar resminya H Isam masuk menjadi pengendali bisa sebagai katalis positif yang menguatkan harga. Foto: Asri karta Lestari.

KABARBURSA.COM – Saham PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) bergerak berlawanan arah dengan kabar masuknya pengendali baru. Pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026, ASLI ditutup melemah 2,56 persen ke level 570, meski sebelumnya sempat dibuka di 605 dan menyentuh level tertinggi 625. 

Penurunan ini terjadi di tengah konfirmasi bahwa PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM), yang terafiliasi dengan jaringan usaha Haji Isam, resmi mengambil alih kendali ASLI.

Secara korporasi, transaksi ini tergolong signifikan. WKM mengakuisisi sebanyak 4,345 miliar saham ASLI atau setara 69,52 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dari jumlah tersebut, 3,92 miliar saham atau 62,72 persen telah direalisasikan melalui transaksi pasar negosiasi pada 19 Januari 2026 dari pemegang saham sebelumnya, Sudjatmiko. 

Dengan struktur ini, WKM secara efektif menjadi pengendali baru ASLI dan berkewajiban melaksanakan Penawaran Tender Wajib atau mandatory tender offer atas sisa saham publik sesuai ketentuan POJK.

Masuknya WKM, dengan rekam jejak proyek konstruksi yang luas dan keterkaitan dengan ekosistem bisnis Haji Isam, secara fundamental diposisikan sebagai katalis positif. Manajemen ASLI menilai sinergi ini membuka peluang ekspansi yang lebih besar, baik di segmen konstruksi gedung maupun konstruksi sipil. 

Portofolio proyek WKM, mulai dari infrastruktur pelabuhan, fasilitas industri, proyek pertahanan, hingga bangunan publik, dinilai dapat menjadi sumber order book baru bagi ASLI.

Namun, respons pasar jangka pendek menunjukkan cerita yang berbeda. Dari sisi data perdagangan, tekanan jual terlihat cukup dominan. Sepanjang sesi, volume transaksi mencapai sekitar 138 ribu lot dengan nilai Rp8,3 miliar. 

Struktur orderbook memperlihatkan suplai yang menebal di sisi offer, terutama di rentang 575 hingga 615. Antrean jual di level 600 bahkan terlihat cukup besar, menandakan adanya keinginan pasar untuk melepas saham di area tersebut. 

Sementara itu, sisi bid cenderung lebih tipis dan tersebar di area 520 hingga 565, mencerminkan minat beli yang belum cukup agresif untuk menahan tekanan.

Pola ini mengindikasikan bahwa kabar pengambilalihan lebih banyak dimanfaatkan sebagai momentum distribusi jangka pendek. Tidak jarang dalam kasus perubahan pengendali, sebagian pelaku pasar memilih mengamankan keuntungan atau mengurangi eksposur sambil menunggu kejelasan harga tender offer, struktur valuasi, serta arah kebijakan baru pasca-akuisisi. 

Tekanan semacam ini membuat sentimen positif secara fundamental belum langsung diterjemahkan menjadi kenaikan harga di pasar reguler.

Selain itu, faktor teknis turut berperan. ASLI sempat bergerak naik intraday hingga 625, namun gagal bertahan di area tersebut dan berbalik melemah hingga mendekati low di 560. Pola ini menunjukkan bahwa setiap upaya kenaikan cepat langsung berhadapan dengan suplai yang cukup agresif. 

Selama harga belum mampu bertahan di atas area psikologis 600, pasar cenderung membaca pergerakan ini sebagai fase penyesuaian ulang pasca-transaksi besar, bukan awal tren naik baru.

Dengan demikian, penurunan harga ASLI di tengah kabar masuknya pengendali baru tidak serta-merta mencerminkan penolakan pasar terhadap aksi korporasi tersebut. Lebih tepat dibaca sebagai dinamika jangka pendek, di mana pelaku pasar masih menimbang dampak nyata akuisisi, termasuk rencana integrasi, potensi proyek yang benar-benar mengalir ke ASLI, serta parameter harga dalam mandatory tender offer yang akan datang. 

Dalam fase seperti ini, sentimen positif fundamental sering kali membutuhkan waktu sebelum sepenuhnya tercermin dalam pergerakan harga saham.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79