KABARBURSA.COM – PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) menegaskan strategi memperkuat penjualan makanan dan minuman (F&B) sebagai pendorong utama profitabilitas bisnis bioskop perseroan.
Direktur RAAM, Vikas Chand Sharma, menyampaikan bahwa kontribusi F&B akan terus ditingkatkan, seiring margin besar yang tidak dimiliki segmen lain.
Dalam Public Expose Tahunan 2025, Vikas menjelaskan bahwa F&B kini menyumbang sekitar 35 persen dari pendapatan bioskop dan ditargetkan naik menjadi 38 persen pada 2026 serta menembus 40 persen dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
“Margin F&B cukup besar, sekitar tujuh puluh persen. Itu sebabnya F&B akan menjadi pendorong penting bagi pertumbuhan kami ke depan,” ujar Vikas dikutip Rabu, 10 November 2025.
Data laporan keuangan kuartal III 2025 menunjukkan bahwa kontribusi F&B memang meningkat secara signifikan. Pendapatan F&B mencapai Rp16,71 miliar, naik sekitar 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara pendapatan tiket naik lebih moderat, sekitar 23 persen secara tahunan. Kombinasi keduanya membuat bisnis bioskop menyumbang lebih dari 40 persen total pendapatan perseroan pada kuartal III 2025.
Di sisi margin, segmen F&B mencatat laba sekitar Rp13,04 miliar dari penjualan Rp16,71 miliar, mencerminkan margin hampir 78 persen, sesuai dengan pernyataan manajemen dalam Public Expose.
Untuk segmen tiket, laba mencapai Rp16,41 miliar dari penjualan Rp47,57 miliar atau margin sekitar 34 persen. Data ini menegaskan bahwa margin F&B jauh lebih tebal dibandingkan segmen lain, termasuk tiket maupun penjualan film.
Vikas menyebut penguatan F&B bukan hanya soal margin, tetapi juga pola konsumsi penonton.
“Setiap ekspansi bioskop akan otomatis mendorong pendapatan F&B. Ini komponen yang sangat stabil dalam struktur pendapatan bioskop,” kata dia.
Ekspansi bioskop memang menjadi fondasi strategi RAAM. Meski tidak dapat mengungkap lokasi dan jadwal pembukaan karena terikat Non-Disclosure Agreement (NDA), manajemen memastikan komitmen untuk menambah 3–5 lokasi Platinum Cineplex tiap tahun, sesuai kesepakatan saat IPO.
Belanja modal untuk bioskop baru tercermin dari laporan keuangan kuartal III 2025, yang mencatat peningkatan aset tetap terutama pada peralatan bioskop, peralatan resto, serta aset dalam pembangunan.
Meski demikian, RAAM masih membukukan rugi operasional pada 9M25, sejalan dengan tekanan di segmen konten dan beban umum administrasi yang tetap tinggi. Namun perseroan menilai kontribusi F&B dan ekspansi bioskop akan memperkuat fondasi profitabilitas jangka panjang.
“Tujuan kami adalah membangun struktur pendapatan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Ekspansi bioskop dan peningkatan porsi F&B adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk mencapai pertumbuhan yang stabil,” ujar Vikas.
Dengan margin F&B yang tinggi dan ruang ekspansi layar bioskop yang masih besar di Indonesia, RAAM melihat peluang untuk memperbaiki kinerja keuangan ke depan.
Meski belum memberikan proyeksi laba maupun pendapatan, manajemen menegaskan optimisme bahwa kontribusi F&B akan menjadi faktor penentu dalam perbaikan margin perseroan. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.