KABARBURSA.COM – Di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih diproyeksikan bergerak konsolidatif, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menilai peluang investasi tetap terbuka melalui saham-saham yang berada dalam tren naik atau uptrend.
Equity Analyst IPOT, Hari Rachmansyah, menyebut fokus investor pada fase pasar saat ini sebaiknya diarahkan pada saham defensif dan saham dengan dukungan teknikal yang kuat.
Hari memperkirakan IHSG pada pekan ini akan bergerak dalam rentang support di level 8.950 dan resistance di kisaran 9.080. Meski aturan baru terkait perhitungan free float belum resmi diberlakukan, pasar dinilai telah lebih dahulu mengantisipasi berbagai skenario risiko, sehingga mendorong penyesuaian posisi oleh pelaku pasar.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan saham-saham yang sebelumnya diperdagangkan dengan valuasi premium berbasis narasi indeks mulai mengalami normalisasi harga. Di sisi lain, saham-saham yang masih berada dalam tren naik dan didukung oleh volume transaksi yang solid serta aliran dana asing justru dinilai memiliki peluang lebih menarik.
“Dalam kondisi tersebut investor dan trader dapat mencermati peluang pada saham-saham defensif maupun saham yang masih berada dalam tren naik (uptrend), khususnya yang didukung oleh volume transaksi yang solid serta aliran dana asing. Meski demikian, manajemen risiko tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan di tengah potensi volatilitas pasar,” ujar Hari dalam keterangan tertulis yang diterima KabarBursa.com, Senin, 26 Januari 2026.
Merespons dinamika pasar yang masih penuh kehati-hatian, IPOT merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk dengan kode AADI. Saham ini direkomendasikan beli dengan area masuk di 8.450, target harga 8.875, dan stop loss di 8.200. Secara teknikal, AADI masih bergerak dalam tren naik dan ditopang oleh aksi akumulasi asing yang konsisten. Dalam sepekan terakhir, saham ini tercatat membukukan net buy asing sebesar Rp145 miliar, sehingga potensi kelanjutan penguatan dinilai masih relatif kuat.
Rekomendasi berikutnya adalah saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk dengan kode PGAS. IPOT merekomendasikan beli di area 2.270 dengan target harga 2.680 dan stop loss di 2.150. Pergerakan saham PGAS masih berada dalam tren naik yang solid dengan dukungan peningkatan volume transaksi. Dari sisi fundamental, kenaikan harga gas alam global turut menjadi sentimen positif yang memperkuat prospek kinerja emiten.
Sementara itu, saham PT Hartadinata Abadi Tbk dengan kode EMAS juga masuk dalam daftar rekomendasi. Saham ini direkomendasikan beli di level 6.175 dengan target harga 6.800 dan stop loss di 6.050. Saham EMAS yang berhasil menembus level all time high pada pekan lalu dinilai masih memiliki ruang penguatan, sejalan dengan harga emas global yang masih berada dalam fase reli.
Selain saham, IPOT turut merekomendasikan instrumen obligasi sebagai alternatif diversifikasi portofolio. Obligasi seri PBS38 dan FR59 dinilai menawarkan peluang imbal hasil yang kompetitif. Seri PBS38 memiliki yield to maturity sebesar 6,67 persen dan cocok bagi investor berorientasi jangka panjang, sementara seri FR59 dengan yield to maturity 4,75 persen dapat menjadi pilihan bagi investor yang mengutamakan fleksibilitas tenor.
Menurutnya, dengan fokus pada saham-saham uptrend dan kombinasi instrumen obligasi, IPOT menilai investor masih memiliki ruang untuk mengoptimalkan peluang di tengah pasar yang bergerak konsolidatif, dengan tetap mengedepankan disiplin manajemen risiko.(*)