KABARBURSA.COM – Investor asing melakukan rotasi agresif pada sesi I perdagangan Jumat, 20 Februari 2026, dengan melepas saham energi dan teknologi serta mengalihkan dana ke sektor perbankan.
Berdasarkan data yang dihimpun Kabarbursa.com, pergerakan ini terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif dan gagal bertahan di atas area 8.300.
Data menunjukkan bahwa BUMI menjadi saham dengan net foreign sell terbesar mencapai 352.412.100 saham. Total jual asing di saham ini mencapai 658.533.400 saham, sementara beli tercatat 306.121.300 saham.
GOTO menyusul dengan net sell 83.880.160 saham. Volume transaksi asing di saham ini sangat besar, dengan penjualan 1.364.387.342 saham dan pembelian 1.280.507.182 saham.
BIPI tercatat net sell 86.262.200 saham, diikuti KPIG 72.189.000 saham dan MBMA 62.845.200 saham.
Tekanan juga terjadi pada ANTM dengan net sell 29.126.900 saham dan BRMS 23.819.700 saham. BBCA masuk daftar distribusi dengan net sell 15.059.100 saham pada sesi siang.
Di sisi lain, perbankan menjadi tujuan utama akumulasi. BBRI mencatat net foreign buy 48.478.700 saham. Pembelian asing mencapai 70.036.200 saham, sementara jual hanya 21.557.500 saham. BMRI menyusul dengan net buy 14.171.400 saham.
ZATA menjadi net buy terbesar dengan 49.151.200 saham. ENRG dikoleksi 49.002.200 saham. PWON mencatat net buy 8.928.700 saham. Arus masuk juga terlihat pada MEDC, AMRT, dan PART.
Nilai transaksi pada saham-saham dengan net sell terbesar didominasi volume tinggi, khususnya GOTO dan BUMI yang mencatat ratusan juta hingga miliaran saham berpindah tangan pada sesi siang.
Sementara transaksi akumulasi pada BBRI dan BMRI menjadi penopang stabilitas indeks di tengah tekanan sektor energi.
Rotasi ini memperlihatkan distribusi pada saham komoditas dan teknologi, disertai akumulasi pada bank berkapitalisasi besar yang menopang stabilitas indeks. Pergerakan berlangsung di tengah konsolidasi IHSG pada sesi siang. (*)