Logo
>

Rugi SRAJ Melonjak 746 Persen, Defisit Tembus Rp747 Miliar

Pendapatan SRAJ tumbuh dua digit, namun rugi bersih dan tekanan operasional meningkat sepanjang 2025.

Ditulis oleh Syahrianto
Rugi SRAJ Melonjak 746 Persen, Defisit Tembus Rp747 Miliar
PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) mencatat lonjakan rugi bersih sepanjang 2025. (Foto: Dok. Mayapada Hospital)

KABARBURSA.COM – PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) mencatat lonjakan rugi bersih sepanjang 2025. Kerugian perusahaan tercatat sebesar Rp199 miliar atau meningkat 746,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga akumulasi defisit turut melebar.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, operator Mayapada Hospital tersebut membukukan pendapatan sebesar Rp2,59 triliun. Angka ini tumbuh 10,6 persen secara tahunan dibandingkan Rp2,34 triliun pada 2024.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan, beban pokok pendapatan juga naik 7,5 persen menjadi Rp1,53 triliun. Dengan demikian, laba bruto tercatat Rp1,06 triliun atau meningkat 15,5 persen dibandingkan Rp916,44 miliar pada tahun sebelumnya.

Namun, dari sisi operasional, laba usaha mengalami penurunan. Sepanjang 2025, laba usaha SRAJ tercatat Rp85,49 miliar atau turun 45,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tekanan lebih besar terlihat pada level laba sebelum pajak. SRAJ membukukan rugi sebelum pajak sebesar Rp235,17 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Setelah memperhitungkan manfaat pajak penghasilan neto sebesar Rp36,38 miliar, rugi tahun berjalan tercatat Rp198,79 miliar. Angka ini meningkat tajam dibandingkan rugi tahun berjalan 2024 sebesar Rp23,34 miliar.

Rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tercatat Rp199 miliar, naik 746,8 persen dari Rp23,51 miliar pada tahun sebelumnya.

Seiring dengan kinerja tersebut, posisi defisit perusahaan meningkat. Per 31 Desember 2025, defisit tercatat Rp747,7 miliar atau naik 36,3 persen dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp548,7 miliar.

Dari sisi struktur permodalan, total ekuitas turun menjadi Rp1,34 triliun dari Rp1,83 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, total liabilitas meningkat 63,4 persen menjadi Rp6,29 triliun.

Di sisi aset, SRAJ mencatat total aset sebesar Rp7,62 triliun atau tumbuh 34,1 persen secara tahunan. Posisi kas dan setara kas mencapai Rp1,83 triliun, meningkat signifikan dari Rp277,21 miliar pada akhir 2024.

Peningkatan kas tersebut tercermin dari arus kas perusahaan. Sepanjang 2025, penerimaan dari penerbitan surat utang bersih mencapai Rp1,95 triliun. Selain itu, perusahaan juga memperoleh tambahan dana dari penerbitan saham baru sebesar Rp521,7 miliar.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.