Logo
>

Saat IHSG Tertekan, Analis Justru Soroti Saham Komoditas

Di tengah tekanan pasar global, sejumlah analis menempatkan saham energi dan tambang sebagai fokus trading jangka pendek.

Ditulis oleh Syahrianto
Saat IHSG Tertekan, Analis Justru Soroti Saham Komoditas
Di tengah volatilitas pasar global, sejumlah sekuritas justru menyoroti saham sektor komoditas sebagai peluang trading jangka pendek. (Foto: Kabarbursa.com/R. Fadli)

KABARBURSA.COM – Tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak menghentikan analis pasar modal merilis saham pilihan untuk perdagangan Senin, 9 Maret 2026. Di tengah volatilitas pasar global, sejumlah sekuritas justru menyoroti saham sektor komoditas sebagai peluang trading jangka pendek.

Riset MNC Sekuritas menunjukkan IHSG masih berada dalam fase koreksi secara teknikal. Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut indeks sedang berada dalam struktur gelombang korektif sehingga potensi pelemahan lanjutan masih perlu diantisipasi.

“IHSG saat ini berada pada bagian dari wave [y] dari wave 4 atau dari wave (2), sehingga perlu dicermati area 7.140 hingga 7.391 sebagai area koreksi berikutnya,” tulis Herditya dalam riset hariannya. 

Di tengah kondisi tersebut, MNC Sekuritas merilis empat saham dengan strategi buy on weakness, yaitu PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Dari daftar tersebut, sebagian besar berasal dari sektor energi dan komoditas. AADI dan CUAN bergerak di sektor energi, sementara MBMA berada di rantai industri nikel yang berkaitan dengan bahan baku baterai kendaraan listrik.

Strategi buy on weakness pada AADI disarankan pada kisaran harga 9.350 hingga 10.175 dengan target harga di 10.950 sampai 11.425 serta batas risiko di bawah 9.225.

Untuk CUAN, area pembelian berada pada kisaran 1.040 hingga 1.220 dengan target harga di 1.475 hingga 1.745 dan stop loss di bawah 995.

Sementara itu, MBMA direkomendasikan untuk akumulasi pada rentang 630 hingga 685 dengan target harga 750 sampai 790 serta batas risiko di bawah 605.

Di sisi lain, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) juga menempatkan saham komoditas dalam daftar rekomendasi trading hariannya.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menyebut IHSG berpotensi kembali menguji area support penting setelah terkoreksi pada perdagangan sebelumnya.

“IHSG melemah 1,62 persen ke level 7.585 dengan net foreign sell sekitar Rp307 miliar. Indeks berpotensi kembali menguji support psikologis di 7.500,” tulis Reza dalam riset Sapa Mentari

BRIDS kemudian merekomendasikan saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) untuk strategi day trade.

PTBA direkomendasikan buy pada kisaran harga 2.940 hingga 2.980 dengan target di 3.010 sampai 3.150 serta stop loss di bawah 2.900.

ITMG disarankan buy pada kisaran 26.500 sampai 26.975 dengan target harga di 27.300 hingga 28.125 dan batas risiko di bawah 26.000.

Adapun NCKL memiliki area pembelian pada kisaran 1.280 hingga 1.350 dengan target harga 1.395 sampai 1.445 serta stop loss di bawah 1.215.

Selain tiga saham tersebut, BRIDS juga memberikan rekomendasi sell pada saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang dinilai masih berada dalam tren bearish setelah menembus area support teknikal.

Riset BRIDS mencatat penguatan sejumlah komoditas global turut menjadi perhatian pasar. Harga minyak melonjak lebih dari 12 persen, sementara emas naik sekitar 1,58 persen dan nikel menguat sekitar 1,85 persen di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. 

Kenaikan harga komoditas tersebut mendorong analis menempatkan saham sektor energi dan pertambangan sebagai salah satu fokus perdagangan jangka pendek di tengah volatilitas pasar saham domestik. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.