KABARBURSA.COM – Saham-saham berbasis emas bergerak kompak di zona hijau satu jam menjelang penutupan perdagangan Jumat, 20 Februari 2026, saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melemah tipis.
Per pukul 15.05 WIB, IHSG berada di level 8.266,51 atau turun sekitar 0,09 persen dibanding penutupan sebelumnya. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 8.328,42 sebelum terkoreksi ke area 8.236,75 pada sesi siang.
Di tengah pelemahan indeks, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memimpin penguatan dengan kenaikan 3,70 persen ke level 2.800. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga mencatat penguatan masing-masing 0,47 persen dan 1,98 persen.
Sementara itu, saham EMAS menguat 1,60 persen ke level 7.925 dan PSAB naik 0,89 persen ke 565.
Penguatan sektor emas terjadi saat indeks bergerak konsolidatif dan sebagian saham berbasis komoditas lain masih berada dalam tekanan.
Dengan bobot sektor yang relatif selektif, pergerakan emas menjadi kontras di tengah pasar yang cenderung berhati-hati menjelang penutupan.
Sebagai latar belakang, data yang dihimpun oleh Kabarbursa.com menunjukkan investor asing justru mencatat net sell pada sejumlah saham emas pada sesi siang.
HRTA tercatat net foreign sell 2.613.400 saham dengan total jual 6.336.500 saham dan beli 3.723.100 saham. EMAS juga mengalami net sell 2.739.700 saham dengan total jual 3.558.900 saham dan beli 819.200 saham.
BRMS masuk daftar net foreign sell 23.819.700 saham, sementara ANTM mencatat net sell 29.126.900 saham pada sesi siang.
Data ini menunjukkan adanya distribusi asing pada periode tengah hari sebelum harga kembali bergerak menguat menjelang penutupan.
Kontras antara tekanan jual asing pada sesi siang dan penguatan harga pada sore hari memperlihatkan dinamika pergerakan sektor emas di tengah IHSG yang masih bergerak terbatas. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.