KABARBURSA.COM – PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) atau Sari Roti berencana menambah kegiatan usaha baru di luar bisnis inti roti dan kue. Langkah ini dilakukan dengan memanfaatkan limbah roti menjadi bahan baku pakan ternak.
Direktur Sari Roti, Arlina Sofia, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi peningkatan kinerja melalui diversifikasi usaha.
“Perseroan berencana menambahkan kegiatan usaha berupa industri ransum makanan hewan untuk meningkatkan kinerja,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis, 2 April 2026.
Dalam dokumen tersebut, Sari Roti menyebut akan mengubah Anggaran Dasar untuk memasukkan klasifikasi usaha baru, yakni KBLI 10801 atau industri ransum makanan hewan. Produk yang akan dihasilkan berupa tepung pakan ternak yang bersumber dari roti sisa produksi dan produk yang tidak terjual.
Pengolahan limbah roti ini diarahkan menjadi bahan baku alternatif pengganti komoditas utama seperti jagung dalam industri pakan. Perseroan menyebut langkah ini menciptakan nilai tambah dari produk yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal.
Dalam keterangan yang sama, Direktur Sari Roti, Victor Nesa Benedict, mengatakan pemanfaatan limbah produksi tersebut tidak akan mengganggu kegiatan usaha utama.
“Penambahan kegiatan usaha ini tidak berdampak terhadap kegiatan usaha yang sudah dijalankan saat ini,” kata dia.
Dari sisi operasional, Sari Roti menyatakan akan memproduksi tepung pakan ternak secara mandiri melalui fasilitas produksi yang disiapkan khusus. Kegiatan ini juga didukung oleh tenaga kerja dan sumber bahan baku internal yang telah tersedia.
Studi kelayakan yang disusun oleh Kantor Jasa Penilai Publik Rengganis, Hamid & Rekan menyatakan rencana usaha baru ini layak dijalankan dari berbagai aspek.
Secara pasar, industri pakan ternak nasional diproyeksikan terus tumbuh, didorong peningkatan populasi unggas dan kebutuhan protein hewani.
Permintaan pakan ternak diperkirakan meningkat seiring produksi nasional yang diproyeksikan mencapai sekitar 22,8 juta ton pada 2026. Pertumbuhan ini didukung kebijakan pemerintah, termasuk insentif dan program swasembada pakan berbasis bahan baku lokal.
Secara finansial, proyek usaha baru ini juga menunjukkan indikator kelayakan yang positif. Nilai Net Present Value (NPV) tercatat sebesar Rp55,5 miliar, Internal Rate of Return (IRR) mencapai 26,44 persen, serta periode pengembalian modal sekitar 5 tahun 7 bulan.
Perseroan memproyeksikan kontribusi pendapatan dari usaha baru ini pada 2026 sekitar 1,1 persen dari total pendapatan tahun sebelumnya. Meski masih terbatas, tambahan ini menjadi bagian dari diversifikasi sumber pendapatan jangka menengah.
Untuk menjalankan bisnis baru ini, Sari Roti menyiapkan sekitar 112 tenaga kerja yang terdiri dari karyawan tetap dan alih daya. Struktur organisasi mencakup posisi operasional, produksi, hingga manajemen rantai pasok untuk mendukung kegiatan industri pakan.
Rencana penambahan usaha ini akan dimintakan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 7 April 2026. Perseroan juga menyatakan akan menyelesaikan seluruh perizinan industri sebelum kegiatan produksi dimulai.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.