Logo
>

Sebegini Biaya Perawatan Motor Listrik Selama 5 Tahun: Masih Tertarik?

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Sebegini Biaya Perawatan Motor Listrik Selama 5 Tahun: Masih Tertarik?

KABARBURSA.COM - Motor listrik semakin populer di Indonesia karena menawarkan efisiensi energi yang lebih baik, biaya operasional yang lebih rendah, serta ramah lingkungan dibandingkan dengan motor berbahan bakar bensin.

Meskipun motor listrik memiliki lebih sedikit komponen yang bergerak, pemilik tetap perlu melakukan perawatan rutin untuk menjaga performa dan daya tahan motor.

  1. Perawatan Baterai

Baterai adalah komponen utama dan paling krusial pada motor listrik, yang juga menjadi salah satu yang paling mahal. Umur pakai baterai biasanya bertahan antara 5 hingga 10 tahun, tergantung pada cara pemakaian dan perawatan.

Namun, selama lima tahun pertama, pemilik motor listrik hanya perlu memastikan bahwa baterai dalam kondisi baik dan melakukan beberapa perawatan dasar, seperti:

- Pemeriksaan berkala

Disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan baterai setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali. Biaya pemeriksaan baterai biasanya berkisar antara Rp200.000 hingga Rp500.000 bergantung pada merek dan model motor.

- Penggantian baterai

Jika baterai rusak atau kinerjanya menurun drastis, biaya penggantian bisa sangat mahal, yaitu sekitar Rp4 juta hingga Rp10 juta, tergantung kapasitas dan merek baterai. Namun, penggantian baterai di lima tahun pertama jarang terjadi jika perawatan dilakukan dengan baik.

  1. Pemeriksaan Sistem Pengisian Daya (Charging System)

Sistem pengisian daya merupakan bagian penting dari perawatan motor listrik. Kabel pengisian dan port pengisian harus dijaga agar tetap bersih dan berfungsi dengan baik. Jika terdapat kerusakan pada sistem pengisian daya, berikut estimasi biayanya:

- Pengecekan rutin charging system

Umumnya dilakukan bersamaan dengan servis berkala, biayanya sekitar Rp150.000 hingga Rp300.000 per kunjungan servis.

- Penggantian kabel pengisian

Jika kabel rusak, penggantian kabel bisa memakan biaya sekitar Rp300.000 hingga Rp700.000, tergantung jenis kabel dan kualitasnya.

  1. Sistem Penggerak (Drive System)

Pada motor listrik, sistem penggerak bekerja menggunakan motor listrik yang menggerakkan roda. Komponen ini tidak membutuhkan penggantian oli atau komponen yang sering aus seperti di motor bensin. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

- Pemeriksaan motor listrik

Servis untuk memastikan motor penggerak dalam kondisi prima biasanya dilakukan setahun sekali dengan biaya berkisar Rp150.000 hingga Rp300.000.

- Penggantian motor penggerak

Meskipun jarang rusak, penggantian motor penggerak jika diperlukan bisa sangat mahal, berkisar antara Rp3 juta hingga Rp6 juta. Namun, penggantian motor penggerak pada lima tahun pertama sangat jarang terjadi jika perawatan rutin dilakukan.

  1. Sistem Pengereman

Sistem pengereman pada motor listrik umumnya menggunakan teknologi regenerative braking, di mana energi kinetik diubah menjadi energi listrik dan disimpan kembali ke baterai. Meski begitu, komponen seperti kampas rem tetap memerlukan perawatan rutin.

- Penggantian kampas rem

Sama seperti pada motor konvensional, kampas rem perlu diganti setiap 15.000 hingga 20.000 kilometer. Biayanya sekitar Rp150.000 hingga Rp400.000 per set, tergantung model dan merek motor.

- Servis rem secara keseluruhan

Jika dilakukan pengecekan lengkap pada sistem rem, termasuk rem hidrolik jika ada, biayanya berkisar Rp250.000 hingga Rp500.000 per servis.

  1. Suspensi dan Ban

Komponen suspensi dan ban pada motor listrik tidak berbeda jauh dengan motor konvensional. Namun, karena motor listrik cenderung memiliki torsi yang lebih besar, ban bisa lebih cepat aus.

- Pemeriksaan dan penyetelan suspensi

Untuk menjaga kenyamanan berkendara, suspensi motor perlu diservis setiap 1-2 tahun sekali. Biaya servis suspensi berkisar Rp200.000 hingga Rp400.000, tergantung pada jenis suspensi (teleskopik atau monoshock).

- Penggantian ban

Ban pada motor listrik biasanya memiliki usia pakai antara 15.000 hingga 20.000 kilometer. Biaya penggantian ban depan berkisar Rp300.000 hingga Rp500.000, sementara ban belakang sedikit lebih mahal, yaitu sekitar Rp400.000 hingga Rp700.000 per ban.

  1. Komponen Lain yang Perlu Diperhatikan

Selain komponen utama seperti baterai, motor penggerak, dan rem, ada beberapa komponen tambahan yang juga perlu mendapatkan perhatian selama servis motor listrik.

- Sistem pendingin baterai

Beberapa motor listrik dilengkapi dengan sistem pendingin untuk baterai, yang perlu diperiksa secara berkala. Biaya servis sistem pendingin ini berkisar antara Rp200.000 hingga Rp400.000 per pengecekan.

- Lampu dan elektronik lainnya

Penggantian lampu atau komponen elektronik lainnya seperti layar digital, sensor, dan kontroler bisa memakan biaya antara Rp100.000 hingga Rp500.000, tergantung kerusakan dan mereknya.

  1. Servis Berkala

Servis berkala pada motor listrik biasanya lebih murah dibandingkan motor konvensional karena minimnya komponen yang membutuhkan penggantian rutin seperti oli atau filter. Namun, pemeriksaan secara menyeluruh tetap perlu dilakukan setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali untuk memastikan semua komponen berfungsi dengan baik.

- Servis berkala

Biaya servis berkala motor listrik biasanya berkisar antara Rp300.000 hingga Rp700.000 per kunjungan, tergantung merek dan bengkel yang menangani.

Total Biaya Servis Selama 5 Tahun

Jika kita menghitung biaya servis secara kasar, selama lima tahun pertama, pemilik motor listrik bisa menghabiskan sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta, bergantung dari merek motor, kondisi komponen, dan intensitas penggunaan. Ini sudah termasuk biaya pengecekan baterai, sistem pengisian daya, servis berkala, serta penggantian kampas rem dan ban jika diperlukan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.