KABARBURSA.COM – Pergerakan lima broker utama sepanjang sepekan perdagangan Senin, 13 April–Jumat, 17 April 2026 memperlihatkan arus dana yang saling berhadapan.
Merujuk data yang dihimpun Kabarbursa.com, sejumlah saham yang sama muncul sebagai objek jual dan beli dalam waktu berdekatan. Dari sini terlihat pola siapa melepas dan siapa yang menampung dalam periode lima hari bursa.
Pada BBCA, tekanan jual terbesar datang dari Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) yang melepas Rp474,8 miliar dengan 726.445 lot di kisaran harga Rp6.565. UBS Sekuritas Indonesia (AK) juga melepas Rp323,4 miliar dengan 500.191 lot di sekitar Rp6.464.
Di sisi lain, Mandiri Sekuritas (CC) menyerap Rp514,2 miliar melalui 777.952 lot di harga Rp6.612, diikuti Stockbit Sekuritas Digital (XL) Rp186,6 miliar dengan 287.990 lot dan Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) Rp128,7 miliar lewat 197.734 lot pada kisaran harga yang sama.
Perpindahan serupa terjadi pada BBRI dengan tekanan jual yang datang dari beberapa arah. Mandiri Sekuritas (CC) melepas Rp682,1 miliar dengan sekitar 2 juta lot di harga Rp3.432, sementara UBS (AK) dan ZP masing-masing menjual di kisaran Rp68 miliar dengan volume mendekati 200 ribu lot.
Di sisi pembeli, XL mengoleksi Rp240,4 miliar melalui 700.676 lot di harga Rp3.427, sedangkan YP menambah Rp107,9 miliar dengan 314.135 lot di kisaran Rp3.435.
Pada BMRI, distribusi juga terlihat dari ZP yang melepas Rp268,4 miliar dengan 576.448 lot di harga Rp4.661. UBS (AK) ikut menjual Rp55,5 miliar dengan 120.025 lot di sekitar Rp4.619.
Penyerapan datang dari CC yang membeli Rp100,9 miliar lewat 219.280 lot, serta dari XL dan YP yang masing-masing mengoleksi lebih dari 200 ribu lot di kisaran harga Rp4.645 hingga Rp4.651.
Saham TLKM memperlihatkan aliran yang serupa dalam sepekan. ZP melepas Rp148,6 miliar dengan 481.151 lot di harga Rp3.109, diikuti AK yang menjual Rp19,1 miliar dengan 61.349 lot.
Sementara itu, CC menyerap Rp121,1 miliar melalui 386.303 lot dan YP menambah Rp21,7 miliar dengan 69.804 lot di kisaran harga Rp3.120.
Di sektor energi, MEDC menunjukkan arus silang antar broker. ZP mencatatkan pembelian Rp118,1 miliar dengan volume 705.901 lot di harga Rp1.671.
Pada saat yang sama, CC melepas Rp45,7 miliar dengan 276.467 lot, diikuti YP Rp36,9 miliar dengan 219.597 lot dan XL Rp19,9 miliar dengan 118.413 lot pada kisaran harga Rp1.656 hingga Rp1.669.
Pergerakan pada BUMI berlangsung dalam volume yang jauh lebih besar. CC menjadi salah satu pembeli terbesar dengan Rp169,4 miliar melalui 6,7 juta lot di harga Rp253.
ZP dan YP juga mencatatkan pembelian masing-masing Rp73,1 miliar dan Rp61,6 miliar dengan volume jutaan lot, sementara AK terlihat melepas Rp55 miliar dengan 2,2 juta lot di kisaran harga Rp251.
Pada BRMS, arus dana cenderung terkonsentrasi di sisi beli sepanjang sepekan. ZP mengoleksi Rp108 miliar dengan sekitar 1,2 juta lot di harga Rp865, diikuti XL Rp47 miliar dengan 534.787 lot.
AK dan YP juga menambah posisi masing-masing dengan ratusan ribu lot di kisaran harga Rp864 hingga Rp867.
Saham ADRO memperlihatkan perpindahan antar broker dalam nilai yang lebih seimbang. YP melepas Rp31 miliar dengan 122.177 lot di harga Rp2.512, sementara CC membeli Rp29,3 miliar melalui 115.230 lot di kisaran Rp2.509.
AK juga mencatatkan pembelian Rp13,7 miliar dengan 53.682 lot di harga Rp2.548.
ANTM menunjukkan distribusi dari sisi ritel dan hybrid. XL melepas Rp64,1 miliar dengan 162.599 lot di harga Rp3.919, sementara YP menjual Rp32,8 miliar dengan 81.779 lot di kisaran Rp3.956.
Di sisi lain, CC menyerap Rp93,6 miliar melalui 236.702 lot di harga Rp3.930.
Pergerakan PTRO juga memperlihatkan perpindahan antar pelaku dalam sepekan. ZP melepas Rp50,4 miliar dengan 80.911 lot di harga Rp6.263, sementara AK menjual Rp36 miliar dengan 57.580 lot.
Pada saat yang sama, XL mencatatkan pembelian Rp101,7 miliar melalui 154.246 lot dan CC turut masuk dengan nilai yang lebih kecil di kisaran harga Rp6.350.
Secara keseluruhan, data sepekan menunjukkan bahwa saham-saham yang sama diperdagangkan lintas broker dengan arah yang berlawanan.
Saham perbankan menjadi titik distribusi terbesar dari asing yang diserap domestik dan ritel.
Sementara sektor energi dan komoditas menunjukkan arus dua arah dengan volume besar dalam periode lima hari bursa.(*)