Logo
>

Siap Lampaui Ekspektasi Pasar, ERAA Andalkan Strategi Bisnis

Erajaya diprediksi lampaui ekspektasi pasar di kuartal II 2025, didorong strategi ekspansi lifestyle dan momentum iPhone 16. Saham masih bertahan di zona konsolidasi Rp540.

Ditulis oleh Yunila Wati
Siap Lampaui Ekspektasi Pasar, ERAA Andalkan Strategi Bisnis
Salah satu gerai PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). (Foto: Dok Perusahaan)

KABARBURA.COM - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) berpeluang mencatatkan kinerja gemilang di kuartal kedua 2025. Dalam riset terbaru yang dirilis oleh Verdhana pada 11 Juli 2025, Erajaya menjadi satu-satunya emiten ritel yang diperkirakan akan melampaui ekspektasi konsensus pasar. 

Proyeksi laba bersihnya bahkan melesat hingga 70,5 persen secara tahunan. Angka yang jauh di atas rerata kinerja emiten ritel lainnya.

Kinerja impresif ini salah satunya didorong oleh efek basis rendah pada semester I 2024 lalu. Kala itu, penundaan peluncuran iPhone 16 membuat penjualan Erajaya tertahan. Namun justru karena itu, lonjakan penjualan di semester pertama 2025 terlihat signifikan.

Namun bukan hanya soal momentum. Verdhana menilai strategi jangka panjang Erajaya yang fokus pada ekspansi ke segmen gaya hidup menengah ke atas kini mulai membuahkan hasil.

Selama beberapa tahun terakhir, Erajaya secara bertahap melebarkan sayap ke luar bisnis utamanya di sektor perangkat elektronik. Perusahaan aktif menggandeng merek-merek baru dan memperkuat posisi di lini lifestyle yang lebih premium. 

Pendekatan ini terbukti tepat, terutama dalam menjangkau konsumen urban yang kini lebih sadar terhadap kurasi produk dan pengalaman belanja.

Kinerja ERAA Tertinggi di Sektornya

Dalam laporan kinerja kuartal II, Verdhana mencatat penjualan Erajaya tumbuh 14,3 persen secara tahunan, sementara realisasi laba bersihnya mencapai 53,9 persen dari target konsensus analis. 

Ini menjadi yang tertinggi di antara enam emiten ritel yang dianalisis, termasuk ACES, AMRT, MAPA, MAPI, dan MIDI. 

Sementara sejumlah peritel lain masih kesulitan mempertahankan marjin atau menghadapi stagnasi pertumbuhan, Erajaya justru menunjukkan akselerasi.

Sinyal positif ini semakin memperkuat pandangan pasar bahwa Erajaya tengah memasuki fase pertumbuhan baru. Dengan target harga Rp620 dan rekomendasi “Buy” dari Verdhana, saham ERAA dinilai masih memiliki ruang kenaikan yang menjanjikan.

Yang patut dicatat, pencapaian ini bukan semata hasil kebetulan. Eksekusi strategi yang disiplin, diversifikasi brand yang terarah, serta kemampuan beradaptasi terhadap pola belanja konsumen menjadi fondasi kinerja Erajaya saat ini. 

Dalam lanskap ritel yang semakin kompetitif, perusahaan ini berhasil mengangkat dirinya lebih dari sekadar distributor gadget menjadi pemain strategis di industri gaya hidup modern.

Jika tren ini berlanjut, bukan mustahil Erajaya akan menjadi salah satu motor penggerak utama sektor ritel di Bursa Efek Indonesia dalam beberapa kuartal mendatang.

Saham ERAA Masih Anteng di Rp540

Saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) belum menunjukkan arah yang jelas dalam perdagangan hari ini. Ditutup stagnan di level Rp540, harga saham ERAA tidak mengalami perubahan dari posisi penutupan sebelumnya. 

Meski begitu, aktivitas perdagangan tetap cukup aktif dengan nilai transaksi mencapai Rp13 miliar dari total volume sebesar 238 ribu lot.

Dalam sesi perdagangan, saham ERAA sempat bergerak di kisaran Rp540 hingga Rp555. Level tertingginya hari ini, Rp555, belum cukup kuat untuk menembus level resistance jangka pendek, sementara posisi terendahnya berada di level penutupan. 

Harga rata-rata hari ini juga tercatat di Rp545. Harga tersebut mengindikasikan bahwa pergerakan masih berada dalam fase konsolidasi setelah reli singkat beberapa waktu terakhir.

Secara teknikal, ERAA saat ini berada di zona support penting. Level Rp540 menjadi titik pertahanan yang diamati pelaku pasar, sementara potensi penguatan masih terbuka lebar dengan batas atas auto rejection (ARA) di Rp675. 

Namun untuk bisa menembus ke sana, dibutuhkan katalis yang lebih kuat, baik itu laporan kinerja yang solid maupun sentimen baru dari ekspansi bisnis perusahaan.

Erajaya belakangan memang tengah memperluas bisnis ke segmen lifestyle dan brand menengah ke atas. Strategi ini dinilai berhasil menjaga performa perusahaan di tengah ketidakpastian makro dan tekanan margin yang menghantui sektor ritel lainnya. 

Tapi di pasar saham, keberhasilan strategi tersebut tetap harus dikonfirmasi lewat laporan keuangan yang nyata.

Untuk saat ini, saham ERAA cenderung bergerak dalam rentang terbatas, menunggu pemicu arah selanjutnya. Bagi investor yang mengikuti saham ini sejak lama, posisi saat ini bisa dibaca sebagai jeda sehat sebelum pasar memutuskan ke mana arah harga selanjutnya. 

Yang pasti, ERAA masih menyimpan potensi, terutama jika kinerja kuartal II nanti berhasil menegaskan apa yang selama ini hanya jadi ekspektasi.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79