Logo
>

SUPA Percepat Kredit Digital via Kolaborasi Grab

Superbank memperluas distribusi Pinjaman Atur Sendiri (PAS) ke ekosistem Grab untuk menjangkau pengguna dan mitra underbanked.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
SUPA Percepat Kredit Digital via Kolaborasi Grab
Ilustrasi PT Super Bank Indonesia Tbk. Foto; dok KabarBursa.com.

KABARBURSA.COM – PT Super Bank Indonesia Tbk dengan kode saham SUPA mempercepat strategi ekspansi kredit digital dengan memperluas distribusi Pinjaman Atur Sendiri atau PAS ke dalam ekosistem Grab. 

Menurut manajemen, melalui integrasi ini, jutaan pengguna dan mitra Grab terpilih kini dapat memulai proses pengajuan pinjaman langsung dari aplikasi Grab, seiring upaya Superbank memperluas akses pembiayaan yang lebih inklusif dan mudah dijangkau.

Ekspansi itu diklaim menjadi langkah lanjutan Superbank dalam memanfaatkan basis pengguna besar Grab untuk memperkuat penetrasi produk pinjaman digital tanpa agunan.

Tidak hanya membuka rekening dan mengakses layanan perbankan, pengguna terpilih kini dapat mengajukan PAS langsung dari aplikasi yang digunakan sehari-hari, tanpa perlu berpindah platform. Pendekatan ini menegaskan fokus Superbank pada pengembangan embedded finance yang relevan dengan kebutuhan pengguna.

Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, mengatakan perluasan akses PAS melalui Grab merupakan bagian dari strategi pertumbuhan perseroan.

“Kolaborasi ini memungkinkan kami memperluas jangkauan layanan pembiayaan bank yang bertanggung jawab, khususnya bagi segmen yang masih underbanked, dengan proses yang lebih cepat namun tetap aman, transparan, dan prudent,” ujarnya Rabu, 28 Januari 2026.

PAS dirancang sebagai produk pinjaman digital fleksibel yang memungkinkan nasabah mengatur sendiri jumlah pinjaman, tenor, serta tanggal jatuh tempo sesuai kebutuhan.

Menurut dia produk ini juga mendukung pinjaman berulang tanpa harus menunggu pelunasan penuh, dengan mekanisme yang transparan dan berada dalam kerangka regulasi perbankan.

Dari sisi mitra, Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyebut integrasi ini memperkaya layanan finansial dalam ekosistem Grab. 

"Kolaborasi dengan Superbank sebagai bank yang berizin dan diawasi OJK dan Bank Indonesia memungkinkan pengguna mengakses solusi pembiayaan yang lebih aman dan bertanggung jawab langsung dari satu aplikasi," papar dia.

Langkah ini memperkuat rekam jejak ekspansi ekosistem Superbank. Sebelumnya pada Juni 2024, Superbank menjadi bank digital pertama di Indonesia yang memungkinkan jutaan pengguna dan mitra Grab membuka rekening, menabung, serta menggunakan rekening tersebut sebagai metode pembayaran langsung di aplikasi Grab.

Ekspansi berlanjut pada Mei 2025 melalui OVO Nabung by Superbank, produk tabungan berbasis ekosistem yang memungkinkan pengguna OVO menabung secara instan langsung dari aplikasi.

Sebagai emiten perbankan digital yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak Desember 2025, SUPA menempatkan perluasan akses kredit ritel dan UMKM sebagai pilar utama pertumbuhan. Integrasi layanan pinjaman ke dalam platform dengan basis pengguna masif dinilai akan mempercepat akuisisi nasabah sekaligus meningkatkan utilisasi produk pembiayaan.

DMenur manajemen dengan dukungan pemegang saham strategis seperti Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS, Superbank optimistis strategi ekspansi berbasis kolaborasi ekosistem akan memperkuat posisinya di industri perbankan digital nasional.

Perseroan menegaskan seluruh inovasi tetap dijalankan sesuai prinsip kehati-hatian, di bawah pengawasan OJK dan Bank Indonesia, serta ditopang standar keamanan informasi ISO 27001. 

Bebarengan dengan ekspansi ini, saat ini saham SUPA berada di harga 1.035.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".