Logo
>

Tender Offer SMKM Rp93 per Saham: Dianggap Murah, Pasar Ogah Jual?

Harga pasar SMKM melesat jauh di atas nilai tender, memunculkan fase spekulatif baru dan menguji strategi pengendali dalam proses akuisisi hingga awal 2026.

Ditulis oleh Yunila Wati
Tender Offer SMKM Rp93 per Saham: Dianggap Murah, Pasar Ogah Jual?
Ilustrasi: Rencana tender offer pengendali SMKM dinilai terlalu murah. Foto: Dok KabarBursa.com.

KABARBURSA.COM - Rencana tender offer PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) memasuki fase krusial. Pengendali baru Lim Shrimp Org Pte Ltd, resmi mengumumkan penawaran tender wajib dengan harga Rp93 per saham. 

Pengumuman ini langsung memicu pendapat berbeda di pasar, terutama karena harga pasar SMKM pada sesi perdagangan hari ini justru melesat ke Rp128, atau sekitar 37 persen di atas harga tender. 

Ketimpangan harga ini menciptakan sentimen yang kompleks sekaligus menguji respons investor ritel dan institusi terhadap tender offer yang berlangsung selama satu bulan penuh, yaitu mulai 10 Desember 2025 hingga 9 Januari 2026.

Struktur tender offer yang ditawarkan memang cukup jelas, yaitu pengendali baru membidik 689,4 juta saham publik, setara 55,02 persen dari total saham beredar. Bila seluruhnya terserap, total dana yang dikeluarkan mencapai Rp64,12 miliar. 

Namun, pergerakan harga SMKM justru memperlihatkan bahwa pasar tidak menanggapi tender ini sebagai kesempatan keluar. Pasar justru menjadikannya sebagai katalis spekulatif yang mendorong harga jauh di atas nilai tender.

Ketidaksinkronan harga semakin terlihat dari data orderbook SMKM. Di sana, tidak ada lapisan offer sama sekali, seluruh antrean justru berada di sisi beli/bid dan bertumpuk pada harga Rp128, dengan total 86.255 lot siap menyerap setiap aksi jual. 

Kondisi ini biasanya hanya muncul pada dua situasi, yaitu euforia jangka pendek atau aksi penahanan barang oleh pemegang saham. Artinya, tidak ada pemilik saham yang bersedia menjual di pasar terbuka selama harga tender masih jauh lebih rendah daripada last price

Di sini pasar seolah memaksa harga berada di premium dan menunggu kepastian apakah pengendali baru akan merevisi harga atau justru membiarkan pasar menentukan level barunya.

Pergerakan ini juga mengonfirmasi bahwa pelaku pasar menilai harga Rp93 terlalu rendah dibandingkan persepsi value pasca perubahan pengendali. Akuisisi sebelumnya, yaitu ketika Lim Shrimp Org membeli 25 persen saham dari pemegang lama PT Vina Nauli Jordania, telah menjadi pemicu awal ekspektasi strategi baru atau restrukturisasi bisnis di dalam SMKM. 

Rumor integrasi operasional dengan entitas Lim Shrimp Org di industri budidaya dan supply chain mempertebal spekulasi tersebut, meski belum ada rencana korporasi yang diumumkan secara resmi.

Mekanisme Tender Dianggap Tidak Rasional

Di sisi lain, mekanisme tender via crossing di BEI membuka peluang arbitrase bagi pemegang saham yang sebelumnya membeli di bawah harga tender. Namun bagi investor yang sudah memegang saham di level tinggi seperti saat ini, tender offer bukan pilihan yang rasional. 

Dengan selisih harga lebih dari 30 persen, sangat kecil kemungkinan investor publik akan melepas saham melalui tende. Jadi, keberhasilan penyerapan tender sangat bergantung pada saham-saham yang dibeli jauh sebelum harga melonjak.

Sentimen pasar saat ini juga memperlihatkan bahwa SMKM sedang memasuki fase price discovery baru.

Harga yang terus mengunci di area atas dengan tanpa antrean jual dapat menunjukkan dua hal, yaitu
pasar mengantisipasi langkah lanjutan dari pengendali baru, termasuk potensi corporate action pasca tender. 

Atau, sebagian pelaku besar mulai membatasi supply untuk menjaga harga berada pada level premium hingga proses tender selesai.

Namun, apa pun dinamika yang terjadi, rencana tender offer SMKM justru menjadikan harga pasar bergerak di ruang yang lebih spekulatif dibandingkan menetap. Selama tender berlangsung, pasar tidak melihat Rp93 sebagai anchor price, melainkan sebagai harga dasar yang tidak relevan dengan valuasi baru yang sedang dipetakan investor.

Ke depan, beberapa faktor akan menentukan ke mana arah SMKM bergerak, mulai dari minat investor publik mengikuti tender, respons pengendali baru terhadap premium harga pasar, hingga potensi aksi korporasi lanjutan setelah proses pengambilalihan formal selesai pada Januari 2026. 

Untuk saat ini, SMKM berada dalam fase unik. Tender offer dibuka pada harga yang tidak lagi menjadi referensi pasar, sementara harga pasar didorong ekspektasi yang masih terus berkembang.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79