KABARBURSA.COM - Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) atau Wall Street sedikit mengalami penguatan pada perdagangan Selasa, 9 Desember 2025.
Penguatan tersebut dipengaruhi sifat investor yang tengah mengalihkan fokus ke pertemuan Federal Reserve (The Fed). Selain itu, mereka juga mencerna berita bahwa Washington mengizinkan chip terbaik kedua Nvidia untuk diekspor ke China.
Dilansir dari Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 126,30 poin atau 0,27 persen menjadi 47.865,62.
S&P 500 ikut menguat 0,26 persen atau 17,84 poin ke level 6.864,35. Sedangkan Nasdaq Composite juga terpantau meningkat ke level 23.606,54 atau naik 0,26 persen.
Sementara itu Indeks saham MSCI di seluruh dunia naik 1,11 poin, atau 0,11 persen menjadi 1.009,15. Adapun Indeks STOXX 600 pan-Eropa turun 0,1 persen.
The Fed diperkirakan akan mengumumkan pemotongan suku bunga pada hari Rabu, 10 Desember 2025 waktu setempat. Namun begitu, investor memandang para pembuat kebijakan bakal mengalami perpecahan pendapat.
"Ini ketenangan sebelum badai. Besok (hari ini) ada rapat penting The Fed - katalis yang besar," jadi wajar saja jika pasar bergerak ringan saat ini," kata Adam Sarhan, kepala eksekutif 50 Park Investments di New York.
FedWatch Tool milik CME menyampaikan, saat ini para pedagang telah melihat peluang 89,6 perse terjadinya pemotongan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin.
Sebelumnya, Bank Sentral Australia (RBA) mempertahankan suku bunga tetap seperti yang diperkirakan pada hari Selasa. Namun, yang lebih penting, bank sentral tersebut mengesampingkan pelonggaran kebijakan lebih lanjut dan memperingatkan bahwa suku bunga dapat naik jika tekanan inflasi tetap kuat. Akibatnya, Dolar Australia menguat 0,4 persen.
Di sisi lain, Bank Kanada dan Bank Nasional Swiss diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap saat mereka bertemu pada hari Rabu dan Kamis.
Adapun, imbal hasil obligasi pemerintah AS sedikit berubah setelah menghapus penurunan sebelumnya akibat data pasar tenaga kerja AS. Dolar AS melanjutkan penguatannya setelah adanya data tersebut, menunjukkan lowongan pekerjaan di AS meningkat sedikit pada bulan Oktober, sementara perekrutan tetap rendah.(*)