Logo
>

Toyota Indonesia Gandeng CATL, Investasi Rp1,3 Triliun Perkuat Produksi Baterai

Melalui kolaborasi strategis dengan CATL di Indonesia, kami berupaya meningkatkan kemampuan produksi battery assy pack

Ditulis oleh Desty Luthfiani
Toyota Indonesia Gandeng CATL, Investasi Rp1,3 Triliun Perkuat Produksi Baterai
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menggandeng Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) untuk mengembangkan produksi baterai kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Kerja sama ini diumumkan bertepatan dengan peringatan 55 tahun kiprah Toyota di Tanah Air, dengan nilai investasi mencapai Rp1,3 triliun guna memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan kolaborasi ini akan mendorong peningkatan kapasitas produksi baterai di dalam negeri, termasuk pengembangan komponen utama yang selama ini masih bergantung pada impor. “Melalui kolaborasi strategis dengan CATL di Indonesia, kami berupaya meningkatkan kemampuan produksi battery assy pack hingga pembuatan sel baterai dan modul secara menyeluruh,” ujarnya dalam pernyataan tertulis dikutip Selasa, 21 April 2026.

Saat ini, TMMIN telah memiliki fasilitas produksi baterai pack di Karawang yang digunakan untuk kendaraan hybrid seperti Kijang Innova Zenix HEV, Veloz HEV, dan Yaris Cross HEV. Namun, sel baterai dan modul masih diimpor. Melalui kerja sama ini, komponen tersebut ditargetkan dapat diproduksi di dalam negeri dengan melibatkan tenaga kerja lokal.

Nandi menegaskan, kemitraan ini juga menjadi bagian dari strategi besar Toyota dalam memperkuat ekosistem kendaraan elektrifikasi sekaligus mendukung target netralitas karbon. “Kemitraan ini tidak hanya akan memperbesar investasi, tetapi juga mendukung inisiatif multipathway Toyota menuju netralitas karbon melalui penguatan rantai pasok lokal,” katanya.

Selama 55 tahun beroperasi di Indonesia, Toyota telah menanamkan investasi sekitar Rp100 triliun. Aktivitas industrinya melibatkan lebih dari 360.000 tenaga kerja di berbagai lini, mulai dari produksi, rantai pasok, distribusi, hingga layanan purna jual. Secara kumulatif, Toyota Indonesia telah memproduksi 10 juta unit kendaraan Toyota dan 14 juta unit kendaraan Toyota Group.

Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam menambahkan, penguatan lokalisasi baterai akan membawa dampak luas bagi industri otomotif nasional. “Proses ini secara bertahap memperkuat rantai pasok yang telah ada, dengan mengembangkan kapabilitas manufaktur kendaraan konvensional menjadi mampu memproduksi kendaraan elektrifikasi secara menyeluruh,” ujarnya.

Ia menyebut langkah ini tidak hanya menjaga keberlanjutan pemasok yang ada, tetapi juga membuka peluang masuknya mitra baru dalam rantai pasok industri otomotif. Selain itu, TMMIN menargetkan ekspor baterai ke pasar global mulai paruh kedua 2026, menjadikan Indonesia sebagai basis produksi penting dalam jaringan global Toyota.

Secara industri, tren kendaraan elektrifikasi di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan kendaraan elektrifikasi sepanjang 2025 mencapai 177.367 unit atau tumbuh 71 persen dibandingkan 103.452 unit pada tahun sebelumnya. Produksi mencapai 127.420 unit, dengan sekitar 55 persen penjualan berasal dari produksi lokal. Segmen hybrid menjadi kontributor terbesar dengan 97.462 unit atau sekitar 76,5 persen dari total produksi kendaraan elektrifikasi nasional.

Perlu dicatat, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia bukan merupakan perusahaan terbuka atau emiten di pasar modal. TMMIN adalah entitas manufaktur yang beroperasi di Indonesia dan tidak memiliki kode saham di Bursa Efek Indonesia.

Adapun perusahaan yang berstatus emiten adalah induk globalnya, yakni Toyota Motor Corporation. Perusahaan ini tercatat di Tokyo Stock Exchange dengan kode saham 7203 serta memiliki American Depositary Receipt (ADR) di New York Stock Exchange dengan kode TM.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, saham Toyota Motor Corporation ditutup di level 3.390 yen pada 20 April 2026 pukul 18.15 waktu Jepang (UTC+9), menguat 4,28 persen atau naik 139 poin dalam satu bulan terakhir. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".