Logo
>

Tujuh Hari INDY Amblas 19,6 Persen dan Dividen Mini: Buy on Weakness?

Saham INDY terus tertekan menjelang pembagian dividen. Dalam tujuh hari perdagangan, harga ambles dari 3.820 ke 3.070 di tengah derasnya aksi jual asing.

Ditulis oleh Yunila Wati
Tujuh Hari INDY Amblas 19,6 Persen dan Dividen Mini: Buy on Weakness?
Jelang dividen mini, harga saham INDY terus terkoreksi. Dalam tujuh hari perdagangan, INDY telah melemah nyaris 20 persen. (Foto: dok Indika Energy)

KABARBURSA.COM – Saham PT Indika Energy Tbk (INDY) amblas hingga nyaris 20 persen jelang pembagian dividen. Alih-alih bergerak stabil seperti saham pemburu dividen pada umumnya, INDY justru terus diguyur tekanan jual hingga turun tajam dalam sepekan terakhir.

Pada perdagangan terakhir, 13 Mei 2026, saham INDY ditutup di level 3.070 atau melemah 4,95 persen. Harga sempat dibuka di area 3.150 sebelum perlahan turun hingga menyentuh level terendah di 3.050.

Tekanan jual terlihat cukup dominan di sepanjang sesi. Nilai transaksinya tercatat sebesar Rp38,52 miliar, dengan volume perdagangan mencapai 124,10 ribu lot dan frekuensi transaksi sebanyak 4,55 ribu kali.

Jika ditarik dalam tujuh hari perdagangan terakhir, koreksi saham INDY sebenarnya sudah cukup dalam. Pada 5 Mei 2026, saham ini masih berada di level 3.820 sebelum akhirnya terus turun hingga tersisa 3.070 pada perdagangan terakhir.

Artinya, dalam tujuh hari perdagangan, saham INDY sudah terkoreksi sekitar 750 poin atau turun 19,63 persen. Penurunan itu membuat hampir seluruh kenaikan di awal Mei perlahan menguap dari pasar.

Tekanan terbesar terjadi pada perdagangan 8 Mei 2026. Saat itu, saham INDY ambruk 14,82 persen atau turun 550 poin ke level 3.160 dalam sehari.

Menariknya, tekanan tersebut muncul ketika aktivitas asing justru masih cukup besar. Di tanggal itu, nilai pembelian asing mencapai Rp21,81 miliar. Tetapi, nilai jual asing lebih besar, yaitu sebanyak Rp35,14 miliar. Dengan begitu, net foreign sell terkumpul sebesar Rp13,33 miliar.

Pola serupa terus berlanjut dalam beberapa hari berikutnya. Pada 11 Mei, asing kembali mencatat net sell Rp3,02 miliar, dan  meningkat menjadi Rp10,88 miliar pada 12 Mei. Sehari kemudian, net sell terjadi sebesar Rp3,76 miliar.

Jika diakumulasi, dalam empat hari perdagangan terakhir saja INDY sudah mencatat net foreign sell lebih dari Rp30 miliar. Kondisi itu membuat tekanan terhadap harga saham belum benar-benar mereda.

Padahal sebelumnya, INDY sempat menjadi salah satu saham dengan arus dana asing yang cukup kuat, yaitu pada 5 Mei. Saham ini mencatatkan net foreign buy sebesar Rp15,53 miliar, ketika harga naik ke 3.820.

Kondisi tersebut berbalik cepat hanya dalam hitungan hari. Setelah sempat menyentuh area tertinggi 3.870, pasar mulai ramai melakukan profit taking dan distribusi di area atas.

Strategi: Beli di Harga Lemah?

Secara teknikal, posisi INDY saat ini masih berada dalam fase tekanan jangka pendek. Saham mulai bergerak turun di bawah area psikologis 3.100 dan belum menunjukkan adanya tanda pembalikan arah yang benar-benar kuat.

Meski begitu, menurut riset MNC Sekuritas, area bawah mulai mendekati zona buy on weakness yang diperhatikan trader. Rentang 2.710 hingga 2.920 kini menjadi area yang mulai dipantau sebagai titik pantulan teknikal.

Selama harga masih mampu bertahan di atas area stoploss 2.640, peluang rebound jangka pendek masih terbuka. Dalam skenario teknikal, saham INDY berpotensi menguji kembali area 3.160 hingga 3.440 apabila tekanan jual mulai mereda dan volume beli kembali masuk.

Untuk perdagangan esok hari, perhatian pasar kemungkinan akan tertuju pada kemampuan INDY menjaga area psikologis 3.000. Sebab sejauh ini, saham masih berada dalam fase tarik-ulur antara pemburu rebound teknikal dan aksi distribusi yang belum sepenuhnya selesai menjelang pembagian dividen.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79