Logo
>

Uang Beredar Tumbuh di Januari 2026, Saham Perbankan Tersengat Efek Positif

BRI Danareksa Sekuritas menyebut secara makro, data tersebut menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi dan industri perbankan di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Uang Beredar Tumbuh di Januari 2026, Saham Perbankan Tersengat Efek Positif
Logo BCA di Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: Dok KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Bank Indonesia (BI) menyampaikan uang beredar pada Januari 2026 mengalami pertumbuhan. Catatan ini dinilai bisa memberi dampak positif bagi industri atau saham perbankan di pasar modal.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan uang beredar atau dalam arti luas (M2) tumbuh sebesar 10,0 persen year on year (yoy). Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan Desember 2025 yang sebesar 9,6 persen.

"Sehingga mencapai Rp10.117,8 triliun. Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,9 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,4 persen (yoy)," ujar dia dalam keterangannya, Senin, 23 Februari 2026.

Menurut Ramdan, peningkatan M2 pada Januari 2026 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat dan penyaluran kredit.

Ia bilang, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tumbuh sebesar 22,6 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,6 persen (yoy).

"Penyaluran kredit pada Januari 2026 tumbuh sebesar 10,2 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Desember 2025 sebesar 9,3 persen (yoy)," pungkasnya.


BRI Danareksa Sekuritas menyebut secara makro, data tersebut menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi dan industri perbankan di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Meski demikian, pelaku pasar tetap akan mencermati implikasinya terhadap inflasi, stabilitas rupiah, serta arah kebijakan suku bunga ke depan," tulis BRI Danareksa dalam risetnya.

Adapun pada sesi I perdagangan hari ini, saham perbankan ternama terpantau ditutup menguat. Seperti BBCA (0,69 persen), BBRI (1,56 persen), BMRI (1,95 persen), BBNI (0,22 persen), BRIS (2,56 persen), hingga BBTN (0,73 persen). (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.