KABARBURSA.COM – PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) memperoleh tambahan visibilitas pendapatan setelah mengantongi kontrak kerja sama tripartit terkait pengangkutan dan pemanfaatan limbah abu batu bara untuk proyek strategis nasional.
Kontrak ini diteken bersama PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya serta PT PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, dengan nilai estimasi mencapai Rp19 miliar dan jangka waktu satu tahun.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pengangkutan sekaligus pemanfaatan limbah abu batu bara yang dihasilkan dari kegiatan pembangkit listrik. Limbah tersebut akan digunakan untuk mendukung pembangunan PLTA Cisokan di Kabupaten Bandung Barat, yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional.
Bagi MPXL, keterlibatan langsung dalam proyek PSN bersama entitas PLN menempatkan perseroan pada posisi yang relatif strategis, tidak hanya dari sisi reputasi, tetapi juga dari sisi kesinambungan operasional.
Manajemen MPXL menilai kontrak ini memberikan kepastian terhadap keberlanjutan kegiatan usaha dalam jangka menengah. Pernyataan tersebut menjadi relevan jika dikaitkan dengan kinerja keuangan perseroan dalam beberapa kuartal terakhir, yang masih memperlihatkan tekanan.
Keuangan Belum Pulih
Berdasarkan laporan keuangan interim, MPXL mencatat fluktuasi pendapatan dan profitabilitas yang cukup tajam. Pada kuartal III 2025, pendapatan tercatat sekitar Rp35 miliar, meningkat dibanding kuartal II 2025 yang berada di Rp24 miliar, namun masih di bawah level kuartal IV 2024 dan kuartal III 2024 yang sempat berada di atas Rp50 miliar.
Dari sisi laba, kinerja MPXL juga belum sepenuhnya stabil. Kuartal III 2025 ditutup dengan laba bersih negatif sekitar Rp2 miliar, melanjutkan tekanan dari kuartal sebelumnya yang juga mencatat rugi. Kondisi ini tercermin pada rasio profitabilitas, di mana return on assets dan return on equity kuartalan masih berada di zona negatif.
Meski demikian, EBITDA pada kuartal III 2025 tercatat sekitar Rp5 miliar, membaik dibanding kuartal II 2025, yang mengindikasikan adanya perbaikan pada level operasional sebelum beban non-operasional dan pajak.
Dalam konteks tersebut, kontrak senilai Rp19 miliar memiliki arti yang cukup material. Jika dibandingkan dengan pendapatan kuartalan MPXL yang berada di kisaran puluhan miliar rupiah, nilai kontrak ini berpotensi menjadi kontributor yang signifikan terhadap top line dalam satu tahun ke depan.
Lebih penting lagi, sifat kontrak yang terkait proyek PSN dan melibatkan PLN memberikan tingkat kepastian pendapatan yang relatif lebih tinggi dibanding kontrak spot atau proyek jangka pendek yang fluktuatif.
Bangun Entitas Baru
Sentimen positif ini juga diperkuat oleh langkah korporasi MPXL yang baru mendirikan anak usaha, PT Tambang Raya Sejahtera, pada 20 Januari 2026. Entitas baru tersebut bergerak di bidang perdagangan besar dengan modal dasar Rp10 miliar dan modal disetor Rp5 miliar, di mana MPXL menggenggam 99,5 persen saham.
Kehadiran anak usaha ini mencerminkan upaya MPXL memperluas lini bisnis dan memperkuat struktur usaha penunjang, yang berpotensi terintegrasi dengan aktivitas logistik dan pengelolaan material di sektor energi dan infrastruktur.
Namun demikian, kontrak ini belum serta-merta menghapus seluruh tantangan fundamental MPXL. Dengan struktur profitabilitas yang masih tertekan dan rasio keuangan yang belum sepenuhnya pulih, dampak positif kontrak Rp19 miliar lebih tepat dibaca sebagai katalis perbaikan bertahap, bukan pembalik keadaan secara instan.
Keberhasilannya akan sangat bergantung pada eksekusi proyek, efisiensi biaya, serta kemampuan perseroan mengonversi pendapatan kontrak menjadi arus kas dan laba yang berkelanjutan.
Bagi pasar, kerja sama dengan PLN dalam proyek strategis nasional memberikan sinyal bahwa MPXL masih memiliki relevansi dan peluang di sektor logistik energi dan infrastruktur. Kontrak ini menambah lapisan visibilitas pendapatan di tengah kinerja keuangan yang belum stabil, sekaligus membuka ruang bagi perbaikan persepsi terhadap prospek perseroan jika realisasi proyek berjalan sesuai rencana.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.