Logo
>

Volatilitas Tinggi Seret Harga Emas dan Perak

Emas spot tercatat melemah 1,8 persen ke level USD4.872,83 per ons

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Volatilitas Tinggi Seret Harga Emas dan Perak
Ilustrasi emas perhiasan. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Pasar logam mulia terguncang pada Kamis. Harga emas tergelincir, sementara perak terempas hampir 14 persen, di tengah penguatan dolar Amerika Serikat dan gelombang aksi jual masif di pasar keuangan global. Kondisi tersebut memaksa investor melikuidasi aset lindung nilai yang selama ini dianggap aman.

Emas spot tercatat melemah 1,8 persen ke level USD4.872,83 per ons pada pukul 01.31 WIB, setelah sempat menyentuh titik nadir harian di USD4.791,69 per ons. Data tersebut dikutip dari laporan Reuters di Bengaluru, Jumat 6 Februari 2026. Pada saat yang sama, emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April ditutup turun 1,2 persen ke posisi USD4.889,50 per ons.

Tekanan paling tajam terjadi pada perak. Harga perak spot ambruk 12,1 persen ke USD77,36 per ons, setelah sebelumnya sempat terpuruk hingga USD72,21 per ons di awal sesi perdagangan. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi harian terdalam dalam sejarah pergerakan logam tersebut.

Penguatan dolar AS ke level tertinggi dalam dua pekan, dibarengi pelemahan pasar saham Wall Street, menjadi katalis utama tekanan harga. Indeks S&P 500 merosot mendekati posisi terendah dua pekan, sementara Nasdaq terperosok ke level terendah dalam lebih dari dua bulan, memperburuk sentimen risiko global.

Senior Market Strategist RJO Futures, Bob Haberkorn, menyebut sebagian investor menghadapi tekanan margin akibat kerugian di pasar saham, sehingga terpaksa menutup posisi di logam mulia. Ia menegaskan bahwa secara fundamental tidak terdapat perubahan signifikan pada dinamika pasar emas dan perak.

Dalam beberapa sesi terakhir, pergerakan logam mulia memang diwarnai volatilitas ekstrem. Emas dan perak sebelumnya mencatat penurunan harian terbesar dalam beberapa dekade pada Jumat lalu, tak lama setelah menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa.

Analis City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, menilai gejolak tajam tersebut kecil kemungkinan mereda dalam waktu singkat. Menurutnya, pasar membutuhkan fase penyesuaian yang tidak singkat, membuka peluang terjadinya koreksi lanjutan dengan volatilitas yang tetap tinggi.

Dari ranah geopolitik, Rusia dan Ukraina menyepakati pertukaran tahanan berskala besar setelah perundingan yang dimediasi Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump juga dilaporkan melakukan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping yang berlangsung konstruktif di tengah tensi terkait Taiwan. Selain itu, pasar mencermati rencana perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Oman pada Jumat.

JP Morgan, dalam catatan terbarunya, menyebut harga emas dan perak kemungkinan tetap bergerak searah. Namun, valuasi perak yang dinilai relatif mahal membuatnya lebih rentan terhadap koreksi tajam ketika sentimen pasar memburuk. Bank tersebut memperkirakan level dasar jangka pendek perak berada di kisaran USD75–80 per ons, dengan potensi pemulihan menuju USD90 per ons pada tahun depan.

Dari sisi industri, produsen perhiasan Pandora mulai mengalihkan fokus ke produk berlapis platinum sebagai upaya meredam paparan terhadap volatilitas harga perak.

Tekanan juga melanda logam mulia lainnya. Harga platinum spot menyusut 7,5 persen ke USD2.057,86 per ons, sementara paladium melemah 5,3 persen menjadi USD1.680,50 per ons.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.