Logo
>

Kataoka Pimpin Honda di Indonesia, Apa saja Strateginya?

Honda tunjuk Masanao Kataoka sebagai Presiden Direktur baru, menandai strategi baru di tengah persaingan dan transisi elektrifikasi otomotif.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Kataoka Pimpin Honda di Indonesia, Apa saja Strateginya?
PT Honda Prospect Motor ganti pimpinan. Ini sosok dan sepak terjang bos baru Honda mobil di Indonesia. Foto: dok. HPM

KABARBURSA.COM - PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku agen pemegang merek mobil Honda di Indonesia, melakukan perombakan jabatan pimpinannya. HPM kini menunjuk Masanao Kataoka sebagai President Director baru, menggantikan Shugo Watanabe. 

Bagi HPM, pergantian jabatan ini menandai fase baru strategi Honda di Indonesia di tengah dinamika industri otomotif yang makin kompetitif. Penunjukan Kataoka menegaskan pentingnya pasar Indonesia dalam peta bisnis global Honda. 

Dengan pertumbuhan industri yang masih terbuka dan karakter konsumen yang terus berkembang, Honda berupaya menjaga relevansi produk kendaraannya. Upaya tersebut sekaligus memperkuat fondasi bisnis secara jangka panjang.

Sebagai informasi, Masanao Kataoka bukan sosok baru di tubuh Honda. Ia memulai karier sejak tahun 2000 dan mengantongi pengalaman lintas fungsi, mulai dari Marketing & Sales di Filipina dan Malaysia hingga Product Planning di Jepang. 

Dalam beberapa tahun terakhir, ia terlibat dalam perencanaan siklus bisnis dan strategi otomotif global, termasuk pengembangan portofolio produk Honda yang adaptif terhadap perubahan pasar.

Pengalaman di berbagai negara Asia Tenggara, menjadi modal bagi Kataoka dalam menjaga bisnis merek otomotif asla Jepang tersebut dalam membaca karakter pasar regional, termasuk Indonesia yang memiliki kebutuhan dan preferensi konsumen yang beragam.

“Saya merasa terhormat dapat dipercaya untuk memimpin Honda di Indonesia. Indonesia selalu menjadi salah satu pasar yang sangat penting bagi Honda secara global, dengan potensi yang besar serta lanskap industri otomotif yang sangat dinamis," ujar Kataoka dalam keterangan resmi, Selasa 31 Maret 2026.

Setelah terpilih menjadi bos baru HPM, ia berharap mampu membawa Honda lebih berkembang di pasar otomotif roda empat nasional.

“Saya ingin terus membawa Honda tumbuh bersama konsumen di Indonesia dengan menghadirkan pengalaman mobilitas yang menyenangkan, andal, dan relevan di setiap tahap kehidupan mereka,” sebutnya.

Pada saat yang sama, Honda memberikan apresiasi kepada Shugo Watanabe atas kontribusinya selama memimpin perusahaan.

Di bawah kepemimpinannya, Honda memperkuat jaringan dealer, meningkatkan kualitas layanan purna jual, serta mulai menyiapkan langkah menuju era elektrifikasi melalui peluncuran beberapa model hybrid.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menjadi bagian dari perjalanan Honda di Indonesia. Saya sangat bangga dengan pencapaian yang telah diraih bersama seluruh tim Honda Indonesia, serta dukungan dari para konsumen dan mitra kami. Saya percaya Honda akan terus berkembang dan menghadirkan nilai yang lebih besar bagi konsumen di Indonesia di masa depan,” ujar Shugo Watanabe.

Adapun lini mobil Hybrid Honda di Indonesia saat ini diisi oleh Civic RS e:HEV, Accord RS e:HEV, HR-V e:HEV, CR-V e:HEV, hingga Step WGN e:HEV.

Sementara untuk mobil listrik, Honda memiliki e:N1. Namun produk tersebut sementara ini belum kunjung  dijual dan hanya ditawarkan lewat skema sewa.  

Ke depannya, HPM akan berusaha mengakselerasi strategi melalui dua fokus utama, yakni penataan portofolio produk yang lebih terstruktur dan penguatan jaringan dealer serta layanan purna jual.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.