KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih melanjutkan pelemehan pada perdagangan hari ini, Selasa, 19 Mei 2026.
Pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026, IHSG ditutup melemah sebesar 1,85 persen atau 124 poin ke level 6.599.
BRI Danareksa Sekuritas menyebut tekanan itu dipengaruhi oleh kenaikan yield US Treasury di kisaran 4,6 persen, penguatan dolar AS, serta pelemahan rupiah ke area Rp17.680 yang mendorong capital outflow dari pasar emerging markets.
" Selain itu, pasar juga mencermati potensi peninjauan indeks FTSE Russell yang dapat meningkatkan volatilitas saham domestik," tulis BRI Danareksa dalam riset hariannya.
Secara teknikal, BRI Danareksa menyampaikan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi bearish, namun kondisi oversold membuka peluang technical rebound jangka pendek.
"IHSG diproyeksikan bergerak pada rentang support 6.500 dan resistance 6.720, dengan fokus pasar tertuju pada keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) di tengah tekanan nilai tukar rupiah," tulisnya.
Adapun Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI akan dilaksanakan pada 19-20 Mei. Keputusan hasil rapat tentu sangat ditunggu di tengah pelemahan rupiah.
Sementara itu MNC Sekuritas menuturkan, posisi pergerakan IHSG saat ini masih berada di bagian wave [v] dari wave A dan wave (2) pada label hitam.
"Hal ini berarti, IHSG masih akan rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji 6.307-6.379," tulis MNC Sekuritas.
MNC Sekuritas menerangkan, support IHSG hari ini berada di kisaran 6.270 - 6.148. Sementara area resistance indeks ada di level 6.588 hingga 6,707.
Terpisah, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan IHSG masih terlihat _oversold_ berdasarkan indikator RSI dan sudah berhasil menguji target “wave 5 / A”.
"Sementara itu, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif, namun volume mulai mengalami penaikan," ujar dia dalam riset hariannya.
Nafan menyebut market cenderung merespons pergerakan Rupiah yang cenderung terdepresiasi tajam hingga menembus pada kisaran Rp17.668–Rp17.681 per dolar AS.
Menurutnya, hal ini menjadi salah satu rekor terendah yang memicu kekhawatiran atas meningkatnya persepsi risiko terhadap pasar aset Indonesia.
"Melemahnya Rupiah ini menyebabkan terjadinya spekulasi kuat di pasar bahwa BI berpeluang besar menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 bps menjadi 5 persen dalam RDG BI yang dijadwalkan berlangsung pada 19–20 Mei 2026," jelasnya.
Nafan menilai hal tersebut dilakukan demi mengintervensi pelemahan rupiah, dan bila direspons positif bisa menahan kejatuhan indeks lebih dalam.
"Di sisi lain, pergerakan IHSG pada hari ini juga akan diwarnai oleh sikap antisipatif investor terhadap sentimen _rebalancing_ indeks global seperti MSCI dan FTSE," katanya.
Sementara dari global, kata Nafan, dinamika tensi geopolitik AS-Iran masih menjadi sentimen utama bagi market. Adapun Washington dan Teheran telah melakukan perubahan pada proposal masing-masing untuk mengakhiri perang, meskipun hal ini masih tetap jauh dari kesepakatan diplomatik.
"Bahkan Presiden Trump menegaskan untuk menunda serangan militer terhadap Iran yang direncanakan untuk hari Selasa ini," pungkasnya.
Berikut pilihan saham hari ini, Selasa, 19 Mei 2026 berdasarkan rekomendasi para analis:
- BRI Danareksa: OASA, AUTO, HUMI
- MNC Sekuritas: ADMR, ARCI, BNBR, INKP
- Mira Asset Sekuritas: ASII, EMTK, INDF. (*)