KABARBURSA.COM - Nissan tengah menyiapkan Terrano generasi terbaru untuk memanaskan persaingan di segmen SUV (Sport Utility Vehicle) Ladder Frame.
Nissan Terrano terbaru diproyeksikan menjadi pesaing Toyota Fortuner hingga Mitsubishi Pajero Sport.
Namun Terrano generasi anyar ini akan lebih dulu disiapkan untuk pasar otomotif India.
Melansir Gaadiwadi, Terrano terbaru akan menjadi versi produksi dari pengembangan model konsep yang sempat diperkenalkan di ajang Auto China 2026. Nissan dikabarkan tengah dalam tahap evaluasi atas model konsep tersebut.
Jika lolos, peluncurannya diperkirakan terjadi dalam beberapa tahun ke depan.
Langkah ini menandai perubahan besar strategi Nissan terhadap Terrano. Di India, model lama yang dijual pada 2013–2020 dikenal sebagai kembaran Renault Duster.
Namun secara global, nama Terrano lebih lekat dengan SUV tangguh berbasis sasis rangka (body-on-frame) era 90-an hingga awal 2000-an.
Kini Nissan coba menghidupkan kembali DNA tersebut lewat Terrano generasi baru. Model ini akan mengusung platform ladder frame yang digunakan mobil asal China, Dongfeng Z9.
Basis ini juga digunakan oleh Nissan Frontier Pro dan Navara Pro hasil kolaborasi Dongfeng–Nissan.
Selain itu, Nissan juga akan menyematkan teknologi elektrifikasi. Konsep Terrano terbaru dibekali sistem plug-in hybrid (PHEV) yang diproyeksikan masuk ke versi produksi.

Dari foto yang beredar, Terrano terbaru tampak membawa desain SUV masa depan dengan bentuk mengotak. Ia terlihat memiliki lampu LED dengan DRL (Daytime Running Light) berbentuk persegi.
Gaya SUV penjelajah Nissan Terrano, diperkuat dengan peletakan ban serep di pintu belakang hingga roof rack untuk membawa barang di bagian atap.
Secara teknis, sistem ini diperkirakan menggabungkan mesin bensin 1.500 cc turbo empat silinder yang dikombinasikan dengan motor listrik.
Mesin konvensionalnya diklaim dapat menghasilkan tenaga 141 HP dan torsi maksimum sebesar 220 Nm. Sementara motor listriknya menyumbang tenaga 209 HP dan 350 Nm.
Nissan juga berpotensi menambahkan motor listrik kedua sebagai generator untuk mengoptimalkan efisiensi energi, serta pengisian baterai saat berkendara.
Sebagai sumber daya, baterai Nissan Terrano bakal mengusung kapasitas sekitar 33 kWh. Baterai ini diproyeksikan dapat membawa mobil melaju lebih dari 100 km dalam mode listrik murni (EV).
Sistem hibrida Terrano terbaru juga disebut mendukung pengecasan DC fast charging DC dengan waktu pengisian 30–80 persen dalam 30 menit.
Fitur seperti vehicle-to-load (V2L) dan vehicle-to-vehicle (V2V) dengan output daya hingga 6 kW (Kilowatt) juga akan disertakan pada Terrano terbaru.
Jika rencana ini terealisasi, Nissan Terrano PHEV akan debut secara global pada 2027 dan mulai dipasarkan sekitar 2028 di India.(*)