Logo
>

Pasar Mobil Listrik RI Melejit di Dua Bulan Pertama 2026

Penjualan mobil listrik di Indonesia melonjak hingga 22.500 unit pada awal 2026, dengan pangsa pasar mencapai sekitar 15 persen dari total penjualan mobil.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Pasar Mobil Listrik RI Melejit di Dua Bulan Pertama 2026
Ilustrasi penjualan BYD di Indonesia. Foto: BYD.

KABARBURSA.COM – Pangsa pasar kendaraan listrik mulai mengambil porsi yang semakin signifikan dalam struktur pasar otomotif Indonesia. Dalam dua bulan pertama 2026, kendaraan listrik menyumbang sekitar 15 persen dari total penjualan mobil nasional, menandakan perubahan komposisi pasar yang sebelumnya didominasi kendaraan berbahan bakar fosil.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan kendaraan nasional secara wholesales pada Januari hingga Februari 2026 mencapai sekitar 147.700 unit.

Angka tersebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 134.400 unit.

Dalam periode yang sama, penjualan kendaraan listrik juga menunjukkan peningkatan signifikan dengan volume sekitar 22.500 unit. Angka tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan penjualan kendaraan listrik tersebut turut mendorong kenaikan pangsa pasar EV dalam struktur penjualan kendaraan nasional. Jika secara nasional kontribusinya mencapai sekitar 15 persen, penetrasi kendaraan listrik di wilayah Jabodetabek bahkan telah melampaui 25 persen dari total penjualan kendaraan.

Perkembangan ini mencerminkan semakin terbukanya konsumen terhadap teknologi kendaraan baru yang dinilai lebih efisien serta ramah lingkungan, seiring dengan perkembangan teknologi kendaraan listrik dan ekosistem pendukungnya di Indonesia.

Di tengah dinamika pasar tersebut, BYD Indonesia mencatatkan penjualan lebih dari 10.000 unit kendaraan listrik dalam dua bulan pertama 2026. Angka ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025 dan memberikan kontribusi hampir separuh dari total penjualan EV nasional.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao mengatakan, awal tahun 2026 menjadi fase penting bagi perkembangan NEV di Indonesia. Pertumbuhan yang kami lihat dalam dua bulan pertama tahun ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik semakin dipercaya sebagai bagian dari solusi mobilitas masa depan.

“Bagi BYD, perkembangan ini tidak hanya tercermin pada angka penjualan, tetapi juga dari semakin kuatnya ekosistem yang mendukung pertumbuhan NEV di Indonesia. Karena itu, kami terus memperkuat portofolio BYD yang semakin lengkap di berbagai segmen sekaligus memperluas jaringan layanan agar pengalaman kepemilikan kendaraan listrik menjadi semakin mudah diakses oleh konsumen,” ujar Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao.

Seiring dengan meningkatnya penerimaan pasar, BYD juga terus menambah portofolio produk kendaraan listrik di berbagai segmen. Perusahaan menyebut langkah tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang beragam, mulai dari mobilitas perkotaan hingga perjalanan jarak jauh.

Di tingkat global, industri mobilitas juga tengah berada dalam fase transformasi yang dinamis seiring meningkatnya adopsi New Energy Vehicles (NEV) di berbagai negara.

Perkembangan ini berlangsung bersamaan dengan dinamika geopolitik, volatilitas harga energi, serta meningkatnya perhatian terhadap ketahanan energi dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam konteks tersebut, kendaraan listrik dipandang sebagai salah satu solusi untuk mendukung diversifikasi energi sekaligus mengurangi emisi karbon. Namun, perkembangan kendaraan listrik juga memerlukan dukungan ekosistem yang mencakup infrastruktur pengisian daya, pasokan energi, serta inovasi teknologi.

Selain memperluas portofolio kendaraan listrik, BYD juga memperkenalkan sejumlah inovasi teknologi global kepada media di Indonesia, termasuk Blade Battery Generasi Kedua dan teknologi pengisian cepat FLASH Charging yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengisian daya kendaraan listrik.

Dalam pengembangan teknologi tersebut, BYD menyebut baterai generasi terbaru menghadirkan peningkatan pada kepadatan energi, sistem manajemen termal, serta struktur baterai yang dirancang untuk meningkatkan keamanan dan kestabilan performa kendaraan listrik.

Teknologi FLASH Charging yang diperkenalkan perusahaan juga memungkinkan proses pengisian daya dari 10 persen hingga 70 persen State of Charge (SOC) dalam waktu sekitar lima menit, serta mencapai hingga 97 persen kapasitas daya dalam waktu sekitar sembilan menit.

Selain pengembangan teknologi, BYD juga memperluas jaringan layanan di Indonesia dengan menghadirkan 82 outlet yang tersebar di 47 kota. Perusahaan menyebut perluasan jaringan ini menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di berbagai wilayah.

Menjelang periode mudik Lebaran, BYD juga menyiapkan sejumlah dukungan bagi pengguna kendaraan listrik melalui kehadiran posko mudik di enam titik strategis di sepanjang jalur utama perjalanan, khususnya di rest area jalan tol Trans Jawa.

Posko tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 13 Maret 2026 dan ditujukan untuk memberikan dukungan layanan bagi pengguna kendaraan listrik selama perjalanan jarak jauh pada periode libur Lebaran. Selain itu, jaringan dealer siaga juga disiapkan untuk beroperasi selama 24 jam pada 19–23 Maret 2026 guna memberikan dukungan teknis dan layanan purna jual bagi pengguna kendaraan listrik.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.